
Repelita Solo - Pertemuan antara Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud dengan mantan Presiden Jokowi baru-baru ini sontak menjadi buah bibir.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (29/9/2025).
Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa di balik pertemuan tersebut tersimpan sebuah pesan kepada publik.
“Pertanda bahwa memang Jokowi ini manusia labil,” ujar Ferdinand kepada fajar.co.id, Rabu (1/10/2025).
Blak-blakan, Ferdinand menyebut tidak heran jika publik meragukan integritas seorang Presiden dua periode itu.
“Karena Abu Bakar Ba’asyir ini adalah terpidana teroris puluhan tahun, terlibat bom Bali,” Ferdinand menuturkan.
“Abu Bakar Ba’asyir juga tidak menerima Pancasila,” tambahnya.
Mengenai Jokowi yang pernah membubarkan organisasi masyarakat yang dianggap berbahaya, Ferdinand memberikan komentar tajam.
“Jadi kalau Jokowi seorang mantan Presiden yang pernah membubarkan ormas FPI hingga HTI, inikan jadi lucu. Di mana sebetulnya ideologi Jokowi, tidak jelas,” timpalnya.
Ia pun semakin curiga, setelah cawe-cawe Jokowi meminta relawan mendukung Prabowo-Gibran dua periode, ada upaya lain setelahnya.
“Saya melihat ini hanya sebuah agenda, Jokowi sedang mengumpulkan siapapun, mau teroris atau apapun, yang penting suara bisa dikumpulkan untuk Gibran 2029,” kuncinya.
Sebelumnya, Jokowi menyambut hangat pendiri Pondok Pesantren Al-Mu’min Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir, di kediaman pribadinya di Solo.
Dengan mengenakan kemeja batik, Jokowi menyambut Ba’asyir sekitar pukul 12.35 didampingi sopir pribadinya.
“Assalamu alaikum,” kata Ba’asyir kepada Jokowi dan awak media.
Jokowi membalas salam dengan senyuman dan langsung mencium tangan Ba’asyir sebelum menuntunnya masuk ke dalam rumah.
“Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh, ngaturaken sugeng, ngaturaken sugeng. Mangga, mangga,” kata sambut Jokowi.
Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama 30 menit.
Usai pertemuan, Ba’asyir menyampaikan bahwa kedatangannya merupakan kewajiban seorang ulama untuk menasihati.
“Saya hanya menasihati. Orang Islam itu wajib menasihati rakyat, pemimpin, dan orang kafir harus dinasihati,” kata Ba’asyir.
Menurut Ba’asyir, Jokowi adalah salah satu sosok berpengaruh.
“Nah, Pak Jokowi ini orang yang kuat. Jadi mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat. Itu saja nanti ya,” jelasnya.
“Ya nasihatnya ya supaya kembali mengamalkan hukum Islam dengan baik. Sebab saya ini sedang berjuang minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam,” jelasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

