
Repelita Jakarta - Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto hari ini mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Secara spesifik, Mahfud menyatakan kekagetannya atas keputusan Presiden Prabowo mengganti posisi yang sebelumnya diisi oleh Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.
Ya, kalau dari sudut politik agak kaget juga ya saya, ujar Mahfud MD mengomentari perombakan kabinet yang baru saja diumumkan dikutip dari channel Youtube-nya.
Ia mengaku informasi mengenai pertimbangan di balik pencopotan BG masih belum jelas baginya, namun nama BG menjadi sorotan utama yang paling mengejutkan dari seluruh daftar reshuffle.
Memang itu yang paling mengagetkan pertama dari reshuffle ini ketika nama Pak BG muncul diganti, tambahnya.
Mahfud MD tidak mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut, namun ia meragukan jika pencopotan BG semata-mata karena minimnya penampilan publik BG saat kerusuhan beberapa waktu lalu.
Iya, saya tidak tahu alasannya tapi saya kira terlalu sederhana, kalau alasannya BG tidak muncul di publik saat kerusuhan kemarin merebak, kata Mahfud.
Ia menekankan efektivitas kinerja seorang pejabat, terutama dengan latar belakang intelijen seperti BG, tidak selalu diukur dari kehadiran di hadapan publik.
Karena orang kan tidak harus selalu tampil juga bisa koordinasi diam-diam apalagi latar belakangnya Pak BG kan intel. Intelijen kan kalau mengkoordinasikan tak harus bicara ramai-ramai ke publik, jelas Mahfud.
Ia menduga ada pertimbangan politis lain yang lebih kompleks di balik keputusan Presiden Prabowo mengganti BG, meskipun tidak mengetahui detail pertimbangannya.
Pernyataan Mahfud MD menunjukkan reshuffle kabinet kali ini memiliki dinamika politik yang menarik, terutama terkait posisi-posisi strategis yang diisi figur penting.
Publik kini menanti penjelasan lebih lanjut dari pihak istana mengenai latar belakang dan tujuan reshuffle kabinet yang telah dilakukan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah anggapan Budi Gunawan dicopot karena kerusuhan 28—30 Agustus di Jakarta dan beberapa daerah.
Pras menjelaskan Presiden Prabowo memberhentikan Budi Gunawan bukan karena alasan spesifik seperti kerusuhan, melainkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
Tidak ada kemudian karena suatu hal yang sangat spesifik. Ini semua kan bagian dari evaluasi menyeluruh dari Presiden, kata Pras saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin sore dikutip dari ANTARA.
Presiden Prabowo, melalui Keppres Nomor 86P Tahun 2025, memberhentikan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam per 8 September 2025.
Dalam Keppres yang sama, Presiden juga memberhentikan Ario Bimo Nandito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, dan pemberhentian keduanya diumumkan saat pelantikan menteri dan wakil menteri hasil reshuffle di Istana Negara, Jakarta, Senin sore.
Namun Presiden Prabowo belum menentukan nama pengganti untuk kursi menko polkam.
Berkenaan dengan posisi menko polkam, untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan Beliau tugaskan di menko polkam sehingga untuk sementara waktu Beliau akan menunjuk ad interim, kata Mensesneg Prasetyo Hadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

