
Repelita Jakarta - Rocky Gerung menanggapi keputusan Rahayu Saraswati alias Sara yang mengundurkan diri dari DPR RI.
Sara adalah anak dari pengusaha Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Rocky, pengunduran diri Sara tidak bisa dilepaskan dari sorotan publik atas perilaku tidak etis sejumlah anggota DPR.
Ia menyebut langkah tersebut berani karena Sara rela meninggalkan jabatan yang tengah disorot publik.
Rocky menilai pengunduran diri itu menunjukkan sikap etis dan lahir dari dorongan hati nurani.
"Kita mulai memahami bahwa yang sungguh-sungguh hendak diutamakan adalah sikap etis itu.
Kenapa dia bisa dengan segala macam cara mau bertahan?
Tetapi memang ada satu momentum ketika manusia itu berbicara dengan nuraninya dan mengatakan, 'Oke, saya pasti ada sesuatu yang tidak layak di mata rakyat.' Maka dia mundur," ujar Rocky Gerung dalam siniar di Youtube pada Kamis (11/9/2025).
Rocky juga menilai keputusan Sara menjadi pedoman baru dalam politik Indonesia.
Menurutnya, langkah itu menunjukkan kejujuran dan sikap otentik dalam politik yang kerap penuh kepentingan.
"Bukan soal flexing, bukan soal korupsi, bukan soal gaya-gayaan.
Tetapi bagi seseorang yang mau menilai dirinya sendiri, dia dengan jujur dan berani mengatakan, 'Saya pasti telah menyakiti rakyat, karena itu saya mengundurkan diri.' Itu sikap otentik yang menunjukkan kualitas manusia hari ini dari Rahayu Saraswati," jelas Rocky.
Ia menambahkan pengunduran diri Sara juga menjadi sindiran bagi partai politik dan pimpinan DPR.
Rocky menilai banyak anggota DPR lain seharusnya berani mengambil langkah serupa tanpa menunggu tekanan rakyat.
DPR sendiri menjadi sasaran demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025.
Aksi protes dipicu oleh kenaikan gaji anggota DPR dan aksi joget anggota dewan usai menerima tunjangan.
Kemurkaan publik semakin besar setelah Ahmad Sahroni menyebut rakyat tolol ketika merespons tuntutan pembubaran DPR.
Sebagai buntut, sejumlah anggota DPR hanya dinonaktifkan partainya.
Beberapa nama yang disebut antara lain Uya Kuya dan Eko Patrio dari PAN, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, serta Adies Kadir dari Partai Golkar.
Menurut Rocky, sikap etis seharusnya lahir dari kesadaran diri, bukan sekadar perintah partai.
"Nah, model semacam ini yang kita inginkan sebetulnya itu tanpa harus diperintah oleh partai, tanpa harus ditekan oleh rakyat, tetapi datang dari kesadaran diri," ucap Rocky.
Sara sendiri mengumumkan pengunduran dirinya lewat akun Instagram pada Rabu (10/9/2025).
Dalam pernyataannya, ia mengaku mundur karena merasa ucapannya telah menyakiti rakyat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya.
Sara berharap tetap diberi kesempatan terakhir untuk menuntaskan pembahasan RUU Kepariwisataan di DPR.
"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra," tulis Sara.
"Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan.
Terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang telah memilih saya.
Saya mohon maaf jika saya telah mengecewakan Anda selama saya mengembang tugas ini," pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

