Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kunjungan Serdik Sespimmen ke Solo Picu Kontroversi, Selamat Ginting: Membenarkan Kedekatan Polisi dengan Jokowi

 Pengamat Selamat Ginting: Jurnalisme Investigasi Berkontribusi Terhadap  Pemerintahan Demokratis

Repelita Jakarta – Kunjungan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri ke-65 ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 17 April 2025, memicu kontroversi yang melibatkan banyak pihak.

Peristiwa ini menjadi sorotan dalam kanal YouTube Refly Harun yang menampilkan diskusi kritis antara pakar hukum tata negara Refly Harun dan pengamat militer Selamat Ginting.

Refly Harun secara tegas mempertanyakan legalitas serta urgensi perwira menengah Polri yang datang ke rumah seorang mantan presiden untuk “minta arahan.”

“Kenapa tiba-tiba ada sekolah pimpinan menengah Polri yang datang ke Jokowi untuk minta arahan? Saya tidak paham bagaimana ini bisa terjadi. Dan saya pikir, ini sudah waktunya untuk mengganti Kapolri,” ujar Refly, yang dikutip dalam video YouTube Refly Harun pada Senin (21/4/2025).

Selamat Ginting menanggapi pernyataan tersebut dengan kritikan tajam. Ia menilai bahwa membawa peserta Sespimmen ke rumah Jokowi adalah langkah yang tidak lazim dan memperkuat persepsi publik tentang kedekatan antara institusi Polri dan Jokowi.

“Ini calon-calon pemimpin masa depan Polri. Saya sangat terkejut ketika mereka dibawa ke rumah mantan presiden seperti Jokowi. Pertama, Jokowi tidak berlatar belakang militer atau kepolisian, dan saat ini beliau sedang mendapat sorotan publik,” jelas Ginting.

Ia juga mengungkapkan, peristiwa ini berpotensi memperburuk citra Polri di mata publik, yang sudah meragukan netralitas polisi, terutama di bulan Syawal yang mestinya diisi dengan semangat saling memaafkan.

“Di bulan Syawal yang harusnya penuh dengan semangat saling memaafkan, ini justru menambah kontroversi. Apalagi ketika peserta Sespimmen mendatangi rumah Jokowi, seolah membenarkan persepsi bahwa Polri sangat dekat dengan Jokowi,” kata Ginting.

Selamat Ginting menegaskan bahwa permasalahan ini lebih dari sekadar benar atau salah. Menurutnya, ini tentang logika dan konsistensi dalam praktik politik serta institusional.

“Masalah ini bukan soal benar atau salah, tapi tentang konsistensi dan logika politik. Publik pasti ingat betapa Jokowi terlibat sangat dalam dengan institusi kepolisian,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa hanya Jokowi yang dikunjungi oleh peserta Sespimmen, dan bukan mantan presiden lain yang memiliki latar belakang lebih dekat dengan dunia militer atau politik praktis.

“Kenapa hanya Jokowi yang dikunjungi? Apakah Kapolri berani memerintahkan peserta Sespimmen untuk mengunjungi mantan presiden Megawati atau SBY? Ini jelas akan menambah perbandingan, terutama di wilayah Jawa Tengah, di mana ada indikasi kuat kedekatan Polri dengan Jokowi,” ungkap Ginting.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved