
Repelita Jakarta – Seorang konten kreator asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Saifulah alias Saif Hola, menjadi sorotan publik setelah video parodi yang dibuatnya dianggap melecehkan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Video tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan komunitas lokal.
Dalam video yang beredar, Saif Hola mengaku sebagai wartawan saat membuat konten.
Namun, ia menggunakan mikrofon dengan label situs dewasa yang dianggap mencemarkan nama baik profesi jurnalis.
Akibat konten tersebut, Saif Hola dijemput oleh anggota Lembaga Swadaya Rakyat (LSR) untuk dimintai klarifikasi.
Dalam pertemuan dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah dan sejumlah wartawan, Saif Hola menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Gubernur Agustiar Sabran dan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Konten itu saya buat karena ketidaktahuan saya.
Tidak ada niat melecehkan, apalagi membenci.
Saya akui itu murni kesalahan saya,” ujar Saif Hola.
Ketua PWI Kalimantan Tengah, M. Zainal, mengecam keras tindakan tersebut.
Ia menilai perbuatan Saif Hola telah mencederai integritas profesi wartawan.
Senada, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalimantan Tengah, Sadagori Henoch Binti, juga menyampaikan keberatan terhadap perilaku Saif Hola.
Menurutnya, tindakan itu mencoreng nama baik wartawan yang selama ini bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Saif Hola berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten di masa mendatang.
Ia menyatakan siap memproduksi konten yang lebih positif dan membangun untuk masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

