Repelita Jakarta – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Supradi Kertamenawi, mengungkapkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) selama menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Dalam wawancara yang dimuat pada 22 Juni 2014, Supradi menyatakan bahwa banyak program yang dijalankan oleh Jokowi di Solo tidak berjalan efektif dan bahkan mangkrak.
Ia menyebutkan proyek-proyek seperti pembangunan taman Sekar Taji, Terminal Tirtonadi, City Walk, Railbus, dan revitalisasi pasar tradisional yang tidak mencapai hasil yang diharapkan.
Supradi juga menilai bahwa pemindahan pedagang kaki lima (PKL) Banjarsari ke Pasar Notoharjo lebih banyak melibatkan Wakil Wali Kota saat itu, FX Hadi Rudyatmo, daripada Jokowi sendiri.
Selain itu, Supradi menilai bahwa Jokowi tidak pernah mengambil gaji selama menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Menurutnya, meskipun secara administratif Jokowi menandatangani penerimaan gaji, namun gaji tersebut selalu dialokasikan untuk kepentingan sosial, seperti pembagian beras kepada masyarakat miskin.
Supradi juga mengkritik gaya kepemimpinan Jokowi yang dianggapnya tidak efektif dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat Solo.
Ia menyebutkan bahwa banyak program yang dijalankan oleh Jokowi tidak memberikan dampak positif yang signifikan bagi kota Solo.
Kritik yang disampaikan oleh Supradi ini memberikan perspektif berbeda mengenai kepemimpinan Jokowi di Solo.
Namun, perlu dicatat bahwa pandangan ini merupakan opini pribadi Supradi dan tidak mencerminkan pandangan resmi pemerintah atau masyarakat Solo secara keseluruhan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

