
Repelita, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, menegaskan bahwa tidak ada konsep "Matahari Kembar" dalam pemerintahan Indonesia. Hal ini merespons anggapan bahwa saat ini terdapat dua pemimpin yang ditaati oleh para menteri di pemerintahan.
Menurut Adies, sistem pemerintahan Indonesia sudah jelas dengan adanya satu presiden dan satu wakil presiden. Ia menekankan bahwa Presiden terpilih secara demokratis adalah Prabowo Subianto, yang kini menjabat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kita kan sudah jelas sistem pemerintahan ya, jadi Golkar melihat sistem pemerintahan kita itu kan ada presiden, ada wakil presiden. Presiden kita terpilih secara demokratis, Bapak Prabowo dan Pak Gibran. Jelas itu," tegas Adies kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025.
Adies yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI menjelaskan bahwa konstitusi UUD 1945 dengan tegas menyebutkan bahwa hanya ada satu panglima tertinggi, yaitu Presiden RI. Dan saat ini, Presiden tersebut adalah Prabowo Subianto.
“Jadi tidak ada itu istilah matahari kembar. Matahari kembar apa? Kan enggak mungkin, karena presiden kita satu, jelas. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Udah, titik. Jadi jangan diperdebatkan lagi,” tambahnya.
Menurut Adies, jika ada menteri yang sowan atau mengunjungi Presiden terdahulu sebelum Prabowo Subianto, hal tersebut adalah hal yang wajar, terutama pada momen-momen penting seperti Lebaran Idulfitri.
“Jangankan ke Pak Jokowi, menteri-menteri juga pasti datang ke Pak SBY, ada yang juga ke Ibu Mega, mantan-mantan presiden. Kan datang semua mereka,” ungkap Adies.
"Jadi saya rasa tidak ada lah itu matahari kembar. Yang ada hanya satu, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," tutupnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

