
Repelita, Jakarta 13 Desember 2024 – Nama Gus Iqdam menjadi sorotan publik setelah menyebut netizen Indonesia memiliki pengetahuan rendah. Pernyataan ini muncul kembali setelah potongan video dirinya viral di media sosial, yang berisi larangan penjual es teh untuk berjualan hingga kiamat.
Gus Iqdam berdalih bahwa maksud dari pernyataan tersebut adalah sebuah doa dan motivasi bagi penjual es teh agar sukses dan dapat memiliki usaha yang lebih baik.
"Padahal secara tidak langsung itu doa, biar dia tidak hanya berjualan seperti itu. Biar jadi juragan," ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut dipangkas dan dipelintir dalam potongan video yang beredar di media sosial. Gus Iqdam kemudian menyalahkan netizen atas hal tersebut. "Tapi itu kamu potong, kamu pelintir ya bebas, terserah netizen. Netizen kan maha tolol," tambahnya, seperti dikutip dari X @TukangBedah00.
Gus Iqdam juga menyatakan bahwa netizen yang mengomentari moral pendakwah tidak pernah hadir dalam pengajian. Menurutnya, hal inilah yang membuat netizen tidak mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi pengajian.
Pernyataan ini menuai kemarahan dari sejumlah pengguna X, yang menilai Gus Iqdam telah merendahkan netizen Indonesia.
"Merasa ilmunya paling tinggi mungkin, secara tidak langsung dia ngajak semua orang buat hadir dan ngaji di tempat dia. Padahal tempat ngaji tidak cuma sama dia," tulis akun @helovesxha.
"Ngatain netizen lagi, apa nggak takut dirujak kayak Miftah? Atau emang pengen dirujak biar viral?" sindir @ViantyTJP.
Respons dari netizen menunjukkan ketidaksepakatan mereka dengan pernyataan kontroversial Gus Iqdam, yang memicu diskusi publik mengenai etika komunikasi antara para tokoh agama, penjual konten media sosial, dan komunitas pengikutnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

