Berita, Nasional

Zulhas Akui Program Makan Bergizi Gratis Gagal, Pemerintah Rombak Total Manajemen Pengelola

Repelita.id

10 September 2026 22:09 WIB

Zulhas Akui Program Makan Bergizi Gratis Gagal, Pemerintah Rombak Total Manajemen Pengelola
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pelaksanaan program unggulan penyediaan makanan sehat bagi masyarakat luas yang digagas oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini masih menghadapi berbagai tantangan operasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka menyatakan bahwa inisiatif sosial tersebut mengalami kendala serius dalam tahap implementasinya di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zulkifli Hasan tatkala memberikan pidato resmi di hadapan para hadirin dalam acara Seminar Koperasi Desa Merah Putih bertempat di kota Bandar Lampung pada hari Jumat tanggal 4 bulan September tahun 2026.

MBG itu memang gagal, ungkap pejabat tinggi koordinator bidang pangan tersebut seraya mengakui berbagai kekurangan tata kelola yang menyertai program skala besar itu.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa kendala yang muncul meliputi kerumitan rantai distribusi, pengawasan dapur umum, hingga standarisasi keamanan mutu makanan bagi para penerima manfaat.

Meski melontarkan pengakuan telak terkait persoalan tersebut, jajaran kabinet memastikan bahwa kebijakan strategis itu tidak akan dihentikan begitu saja oleh negara.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengambil langkah tegas dengan merombak jajaran manajemen pengelola agar tata kelola program dapat diperbaiki secara menyeluruh.

Manajemen baru yang ditunjuk diharapkan mampu membenahi celah kelemahan operasional sekaligus mengembalikan efektivitas penyaluran bantuan pangan kepada sasaran yang tepat.

Mohon diberi waktu untuk membereskan tata kelola MBG, tutur Zulkifli Hasan kepada publik sembari meminta dukungan dan kesabaran masyarakat dalam proses pembenahan tersebut.

Pemerintah menyadari bahwa perbaikan sistemik pada program dengan cakupan jutaan anak sekolah di seluruh nusantara membutuhkan waktu serta penyesuaian yang tidak sebentar.

Pengawasan ketat serta transparansi anggaran kini menjadi prioritas utama agar seluruh hambatan di lapangan dapat diselesaikan tanpa mengorbankan kualitas gizi.

Evaluasi berkala terus digencarkan oleh otoritas terkait guna memastikan masa depan program prioritas nasional ini tetap berada di jalur yang benar demi kemajuan sumber daya manusia Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung