Berita, Nasional

Low Tuck Kwong Geser Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes

Repelita.id

04 August 2026 02:11 WIB

Low Tuck Kwong Geser Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Konfigurasi kekayaan konglomerat nasional mengalami pergeseran dengan Low Tuck Kwong yang mengungguli barisan murni taipan tanah air.

Pendiri Bayan Resources tersebut sukses mengamankan posisi teratas orang terkaya di Indonesia dengan taksiran aset mencapai US$16,7 miliar.

ADVERTISEMENT

Merujuk pembaruan Forbes per 2 Agustus 2026, Low Tuck Kwong kini menduduki peringkat ke-168 dalam daftar miliarder global.

Capaian tersebut melampaui raihan pemilik Barito Pacific Prajogo Pangestu yang mencatatkan nilai kekayaan US$16,1 miliar di urutan ke-178 dunia.

Peringkat ketiga dihuni oleh Bos Grup Djarum sekaligus pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk R. Budi Hartono dengan total aset US$15,7 miliar.

Nakhoda Salim Group Anthoni Salim menyusul pada urutan keempat lewat pundi-pundi US$10,6 miliar, disusul Tahir beserta keluarga sebesar US$8,8 miliar.

Miliarder dari industri petrokimia Sri Prakash Lohia berada pada urutan keenam melalui penguasaan nilai kekayaan sebesar US$8,3 miliar.

Lompatan signifikan terjadi dari ekosistem teknologi pusat data yang kian mengukuhkan posisinya di papan atas daftar konglomerat.

Pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri mengantongi kekayaan senilai US$7,4 miliar, sedangkan Presiden Komisaris DCI Indonesia Marina Budiman mengumpulkan US$5,3 miliar.

Jajaran berikutnya ditempati oleh Lim Hariyanto Wijaya Sarwono sebesar US$4,5 miliar, Theodore Rachmat senilai US$4,3 miliar, serta Sukanto Tanoto berjumlah US$4,1 miliar.

Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2026

Low Tuck Kwong – Batu bara – US$16,7 miliar Prajogo Pangestu – Petrokimia & energi – US$16,1 miliar

R. Budi Hartono – Perbankan & tembakau – US$15,7 miliar Anthoni Salim – Diversifikasi – US$10,6 miliar

Tahir & keluarga – Diversifikasi – US$8,8 miliar Sri Prakash Lohia – Petrokimia – US$8,3 miliar

Otto Toto Sugiri – Pusat data – US$7,4 miliar Marina Budiman – Pusat data – US$5,3 miliar

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – Kelapa sawit & nikel – US$4,5 miliar Theodore Rachmat – Diversifikasi – US$4,3 miliar

Catatan Forbes mengonfirmasi bahwasanya komoditas sumber daya alam berupa batu bara, energi, dan petrokimia masih mendominasi pilar kekayaan di Indonesia.

Kendati demikian, kemunculan nama Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman menegaskan tren kebangkitan industri infrastruktur data dan kecerdasan buatan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung