Berita, Internasional

Xi Jinping Tegur Donald Trump dalam Pidato Resmi Terkait Ketegangan Geopolitik Taiwan

Repelita.id

15 May 2026 22:46 WIB

Xi Jinping Tegur Donald Trump dalam Pidato Resmi Terkait Ketegangan Geopolitik Taiwan
Foto: Istimewa

Repelita Beijing - Pemimpin Tertinggi China Xi Jinping melayangkan teguran keras yang dibalut peringatan diplomatik kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah jamuan makan kenegaraan yang megah di Beijing.

Pernyataan bersuara lantang tersebut disampaikan Xi sewaktu dirinya membacakan pidato pembukaan di hadapan delegasi kedua negara sebelum memulai agenda pertemuan tertutup.

ADVERTISEMENT

Dalam pidato resminya, orang nomor satu di China itu memperingatkan Washington agar berhati-hati dan tidak bertindak sembrono dalam menyikapi persoalan kedaulatan wilayah Taiwan.

Ia menegaskan komitmen negerinya untuk membangun hubungan bilateral yang stabil, namun tidak akan mentolerir segala rupa langkah intervensi asing yang mengancam integritas teritorial Beijing.

“Jika itu ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas menyeluruh. Jika tidak, kedua negara akan menghadapi benturan dan bahkan konflik, yang menempatkan seluruh hubungan dalam bahaya besar,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menirukan pidato Xi melalui akun media sosial X resmi miliknya, dikutip Jumat (15/5/2026).

Melalui penyampaian terbuka itu, Xi juga menyinggung sebuah teori hubungan internasional kuno perihal potensi benturan fisik fatal yang melibatkan kekuatan raksasa dunia.

Secara blak-blakan dirinya melemparkan pertanyaan retoris kepada Trump mengenai kesiapan kedua pemerintahan untuk meredam ego guna menghindari perang besar.

“Dapatkah kedua negara melampaui Perangkap Thucydides dan membentuk model baru untuk hubungan antara negara-negara besar?” cetus Xi dalam pidatonya.

Meskipun melontarkan peringatan tajam, Xi tetap menyelipkan ajakan diplomasi agar kedua negara mau menekan ego persaingan demi menjaga stabilitas ekonomi global.

Ia menekankan realitas bahwa konfrontasi terbuka antara kedua raksasa ekonomi dunia tersebut hanya akan melahirkan kerugian masif yang berdampak buruk bagi peradaban.

“Kerja sama menguntungkan kedua belah pihak, sedangkan konfrontasi merugikan keduanya,” pungkas Xi menutup pidato kenegaraannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung