Berita, Nasional

Xi Jinping Tegaskan China Siap Pimpin BRICS Masuki Era Dasawarsa Emas Ketiga

Repelita.id

13 September 2026 21:13 WIB

Xi Jinping Tegaskan China Siap Pimpin BRICS Masuki Era Dasawarsa Emas Ketiga
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping menyatakan kesiapan penuh negaranya untuk mengemban amanah sebagai pemegang tongkat keketuaan forum BRICS pada tahun depan.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh sang kepala negara di hadapan para pemimpin dunia saat menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 BRICS.

ADVERTISEMENT

Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di kota New Delhi India pada hari Sabtu tanggal 12 September 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi arah gerakan negara berkembang.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan tekad kuat untuk membawa aliansi strategis Global South melangkah mantap memasuki fase kerja sama yang lebih solid dan progresif.

“China akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat konsensus dan membuka masa depan bersama, memulai era Dasawarsa Emas ketiga kerja sama BRICS, serta bersama-sama menciptakan masa depan cerah bagi kemakmuran bersama,” tegas Xi pada hari Minggu tanggal 13 September 2026.

Perjalanan dua dekade forum internasional tersebut dinilai telah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai ujian berat hantaman krisis ekonomi global hingga masa pemulihan pandemi.

Solidaritas antarnegara anggota berhasil merajut kemandirian pembangunan serta menjadi mercusuar bagi kemajuan bangsa-bangsa berkembang di berbagai belahan dunia.

“Sebagai barisan terdepan negara Selatan Global, anggota BRICS tetap berpegang pada kemandirian, aktif menjajaki jalur pembangunan masing-masing, serta menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lain untuk bersatu dan memperkuat diri,” terang Xi.

Menghadapi dinamika global yang kian kompleks, dirinya turut menyoroti masih maraknya praktik unilateralisme serta arogansi politik kekuasaan yang merusak tatanan multilateral.

Kehadiran aliansi ekonomi ini diharapkan mampu menjadi jangkar penyeimbang guna mewujudkan tatanan dunia internasional yang jauh lebih adil, setara, dan rasional.

“Negara-negara BRICS harus dengan teguh berdiri mengarahkan tatanan internasional menuju arah yang lebih adil dan rasional,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret menghadapi era modern, pemerintah Tiongkok secara resmi menyodorkan empat gagasan strategis pengembangan ekonomi berbasis inovasi teknologi mutakhir.

Salah satu fokus utama yang ditawarkan adalah akselerasi sektor manufaktur modern melalui pemanfaatan optimal teknologi kecerdasan buatan bagi seluruh negara anggota.

“Pada kesempatan ini, saya mengusulkan Inisiatif BRICS tentang pemberdayaan industrialisasi baru melalui kecerdasan buatan [AI],” pungkas Xi.

Kolaborasi lintas batas tersebut mencakup kerja sama riset teknologi, pengembangan aplikasi digital, hingga penguatan rantai pasok industri global yang berkelanjutan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung