Repelita [Jakarta] - Sorotan publik internasional kembali mengemuka di platform media sosial menyusul ingatan kolektif warganet terkait rekam jejak insiden kekerasan di wilayah konflik Palestina.
Unggahan akun X @Partisangirl pada 10 Agustus 2026 pukul 12.22 PM membongkar kembali peristiwa penyerangan prosesi duka wartawati Shireen Abu Akleh.
ADVERTISEMENT
Lewat unggahannya sang pemilik akun menegaskan bahwa eskalasi ketegangan wilayah tersebut telah berlangsung jauh sebelum peristiwa Oktober.
"Israelis menyerang pemakaman Kristen seorang wanita Palestina yang mereka bunuh. Wartawan Shireen Abu Akleh ditembak di leher, seperti Charlie Kirk, secara langsung di depan kamera. Ini terjadi pada tahun 2022. Ini tidak dimulai pada 7 Oktober." tulis akun @Partisangirl meluapkan kritiknya.
Pernyataan kontroversial tersebut langsung mengundang beragam reaksi perdebatan dari kalangan warganet di jejaring digital.
Akun @Robustbusriding melontarkan bantahan atas narasi unggahan tersebut dengan menyebutnya sebagai propaganda.
"It wasn't a funeral it was a demonstration and it was violent but okay... Spout your propaganda" tulis akun @Robustbusriding di kolom komentar.
Sebaliknya tanggapan mendalam disuarakan pengguna lain yang menyoroti pengakuan veteran militer atas rekam jejak masa lalu.
Akun @marwan38220201 menyampaikan pandangannya mengenai sejarah konflik yang dialami warga Palestina.
"Personel militer Israel yang sudah pensiun menceritakan dengan bangga bagaimana mereka membunuh warga Palestina, membakar desa-desa mereka, & membunuh pemerkosaan terhadap wanita muda mereka selama tahun 1940-an dan 1950-an; ini tidak dimulai pada 7 Oktober." tulis akun @marwan38220201 di platform tersebut.
Kekecewaan atas minimnya perhatian publik dunia terhadap pembunuhan jurnalis juga diungkapkan warganet lain.
Akun @Shahm_9 mengurai kronologi pengadangan peti jenazah yang sempat memicu kecaman global.
"Saya tidak tahu kenapa orang-orang tidak membicarakan apa yang terjadi hari itu. Wartawan perempuan dibunuh. Warga negara Amerika. Kristen. Oleh tentara Israel. Di tanah Palestina. Meskipun semua ini, mereka mencegah pemakamannya berlangsung dan memukuli mereka yang mengusung peti" tulis akun @Shahm_9 menandaskan kecaman publik. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok