Repelita Rokan Hilir - Kemarahan warga di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, tidak mampu dibendung lagi ketika keresahan yang selama ini terpendam akibat maraknya peredaran narkoba berujung pada aksi pembakaran rumah yang diduga milik bandar barang haram.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Siandam Jaya, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, pada Minggu (12/4/2026) di mana puluhan warga mendatangi setidaknya dua rumah yang dicurigai sebagai lokasi peredaran narkoba.
ADVERTISEMENT
Massa kemudian mengeluarkan berbagai barang dari dalam rumah mulai dari pakaian, kasur, hingga perabotan lalu membakarnya di halaman.
Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan warga termasuk ibu-ibu berhijab terlibat langsung dalam perusakan.
Aksi ini dipicu keresahan warga terhadap maraknya peredaran narkoba yang menyasar bukan hanya anak muda tetapi juga anak-anak usia sekolah.
“Warga resah dengan maraknya peredaran narkoba yang menyasar bukan hanya anak muda tapi juga anak-anak usia sekolah,” tulis akun @neVerAl0nely_ di platform X.
Warga menganggap penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba belum maksimal sehingga mereka memilih bertindak sendiri sebagai bentuk frustrasi berkepanjangan.
Peristiwa di Siandam Jaya bukan yang pertama karena aksi serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Pasir Limau Kapas termasuk di Panipahan.
Warga terus mengeluhkan lemahnya penindakan terhadap bandar dan pengedar narkoba jenis sabu yang menyebabkan banyak anak sekolah terjerumus.
Buntut dari rangkaian kejadian ini, Kapolda Riau Henry Heryawan mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan Robiansyah dan Kanit Reskrim Rahmat Ilyas terkait aksi perusakan rumah terduga bandar narkoba pada Jumat (10/4/2026).
Henry menegaskan bahwa pencopotan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusi sekaligus evaluasi menyeluruh karena pengendalian situasi di tingkat Polsek tidak berjalan optimal.
"Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali, tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial," ujar Henry dikutip pada Senin (13/4/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak menempuh cara-cara melanggar hukum.
"Stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama. Aparat hadir, tetapi peran masyarakat juga sangat menentukan," tegasnya.
Saat ini, kondisi di wilayah Panipahan dilaporkan mulai berangsur normal meskipun pengawasan tetap diperketat oleh pihak kepolisian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok