Berita, Nasional

Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan, Menteri PU Dody Hanggodo Malah Boyong Keluarga Plesir ke Amerika

Repelita.id

08 July 2026 20:49 WIB

Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan, Menteri PU Dody Hanggodo Malah Boyong Keluarga Plesir ke Amerika
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menuai kritik keras setelah aksi warga Aceh memperbaiki Jembatan Enang-Enang secara mandiri hanya dibalas dengan ucapan terima kasih.

Di tengah kondisi infrastruktur yang mendesak perhatian tersebut, menteri kedap air justru memboyong istri dan anaknya dalam perjalanan dinas ke Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Ironisnya, momentum keberangkatan keluarga Dody bertepatan dengan laga puncak Piala Dunia 2026 yang tengah menyedot atensi global.

Warga Bener Meriah, Aceh, sebelumnya terpaksa merogoh kocek hingga Rp1 miliar untuk membenahi jembatan yang rusak sejak November 2025 longsor akibat.

Alih-alih memberikan bantuan yang signifikan, Dody justru terkesan pasif terhadap upaya swadaya masyarakat yang dilakukan demi menyambung akses ekonomi tersebut.

Kita terima kasih pasti berterima kasih, tapi itu tidak cukup. Masih ada beberapa hal yang perlu kita tambahkan di situ, ucap Dody menyambut inisiatif rakyat.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyatakan bahwa menteri mengadakan peninjauan lokasi jembatan pada Rabu (8/7/2026) untuk menjamin keamanan bangunan.

Untuk jembatan yang di Aceh itu, mungkin besok tim Satgan dan juga termasuk beliau Pak Menteri (Dody Hanggodo) akan menuju ke sana untuk memastikan (keamanan), kata Apri.

Terkait keberangkatan keluarga ke Amerika Serikat, muncul dokumen kedinasan yang memuat nama Irma Hermawati dan Aurellia Tsabitha Meidirama sebagai pendamping menteri.

Apri bersikukuh bahwa seluruh biaya akomodasi keluarga menteri tidak bersumber dari kas negara, melainkan ditanggung oleh dana pribadi.

Perlu saya tegaskan di sini, untuk membiayai keluarga, itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang terjadi ada anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi, jelas Apri.

Terkait penggunaan paspor diplomatik oleh istri menteri, pihak kementerian mengeklaim hal tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang mengizinkan pasangan pejabat dinas.

Secara aturan, pasangan dari pejabat yang dinas itu boleh menggunakan paspornya mengikuti suami, pungkas Apri. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung