Berita, Nasional

Wardatul Asriah Gerindra Soroti Kebutuhan Menstruasi Korban Bencana Yang Kerap Luput Dari Perhatian Pemerintah

Repelita.id

08 September 2026 22:29 WIB

Wardatul Asriah Gerindra Soroti Kebutuhan Menstruasi Korban Bencana Yang Kerap Luput Dari Perhatian Pemerintah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penanganan darurat bencana alam di berbagai wilayah selama ini dinilai masih sering mengabaikan aspek kebutuhan spesifik bagi kaum perempuan di posko pengungsian.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang legislator Senayan dari komisi bidang sosial yang menyoroti luputnya perhatian terhadap perlengkapan kebersihan biologis warga terdampak.

ADVERTISEMENT

Kita lihat kan kalau ada bantuan untuk korban bencana itu kan sembako, lalu untuk bayi, obat-obatan, padahal menurut saya ada kebutuhan perempuan yang tidak bisa dibilang tidak penting, kata Wardatul Asriah dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

Politisi dari partai pendukung pemerintah itu merinci bahwa perlengkapan dasar seperti pembalut serta pakaian dalam sering kali absen dari paket logistik darurat.

Padahal, siklus biologis kaum hawa tetap berjalan normal meskipun mereka sedang berada di tengah situasi krisis akibat hantaman bencana alam.

Nah ini juga perlu diperhatikan untuk bisa dibantu kebutuhan untuk itu seperti pembalut, karena selama ini yang saya tahu sedikit terlewat, ujarnya menegaskan.

Selain logistik bulanan tersebut, ia turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi fasilitas sanitasi umum yang kerap minim privasi di area penampungan sementara.

Ketersediaan sarana mandi, cuci, dan kakus yang aman dinilai krusial guna menjaga kesehatan sekaligus melindungi martabat para pengungsi perempuan dari rasa tidak nyaman.

Toilet dan kamar mandi juga diperhatikan, memang tidak perlu ada kamar mandi khusus perempuan tapi diharap tetap memberikan sedikit ruang nyaman, jelasnya.

Aspek perlindungan kelompok rentan dalam situasi darurat bencana semestinya menjadi bagian integral dari cetak biru perencanaan distribusi bantuan sejak hari pertama.

Kebutuhan dasar kaum perempuan tersebut bukan merupakan fasilitas tambahan, melainkan hak esensial yang tetap melekat kendati mereka harus tinggal di tenda pengungsian.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung