Repelita [Jakarta] - Pemandangan tidak biasa tersaji dalam agenda sidang lengkap jajaran pemerintahan yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan pada awal pekan ini.
Sosok orang nomor dua di republik ini tampak tidak mendampingi kepala negara di kursi kehormatan utama sebagaimana lazimnya.
ADVERTISEMENT
Putra sulung Joko Widodo tersebut justru memilih duduk bersama jajaran pembantu presiden tepat di samping menteri koordinator bidang perekonomian.
Agenda kenegaraan yang dihadiri para menteri tersebut berfokus pada peninjauan kinerja instansi pemerintah menyongsong pidato kenegaraan bulan depan.
Potret perpindahan tata letak kursi kehormatan itu seketika menuai atensi publik setelah rekamannya tersebar luas di berbagai platform dunia maya.
Berbagai tanggapan serta asumsi liar langsung membanjiri ruang digital dari para warganet yang memperhatikan detail protokoler tersebut.
Salah satu pengguna X dengan akun https://x.com/Asik99991 membagikan pengamatannya pada Senin (20/7/2026) melalui sebuah cuitan.
Akun tersebut menulis:
“Tumben Gibran hari ini duduk dengan barisan Menteri.. biasa nya kalo di sidang paripurna kabinet kan Gibran selalu di samping Prabowo ya.”
Beragam spekulasi berkembang liar di kalangan masyarakat maya terkait alasan di balik perubahan susunan tempat duduk tersebut.
Sebagian warganet menduga adanya pergeseran fokus tugas untuk memperkuat sektor finansial, sementara lainnya menganggap hal itu sebagai fleksibilitas protokoler semata.
Sejumlah tanggapan netizen turut menghiasi lini masa media sosial dengan berbagai sudut pandang berbeda.
Komentar lainnya mencakup pendapat seperti:
“Mungkin lagi fokus ke ekonomi bareng Airlangga, biar lebih efektif.”
“Atau ada apa? Kok tiba-tiba beda posisi.”
Ada pula yang bercanda:
“Gibran ikut-ikutan jadi menteri dadakan?”
Pihak Istana Kepresidenan belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan di balik perubahan tatanan tempat duduk petinggi negara tersebut.
Sidang penting itu sendiri dilaporkan rampung dengan tertib di bawah arahan langsung presiden yang menekankan pentingnya kesiapan menghadapi dinamika ekonomi global(*)
Editor: 91224 R-ID Elok