Berita, Nasional

Wacana Dasco Tentukan Rating Bursa Sendiri Picu Kritik, Ancaman MSCI Turunkan Status Pasar Modal Indonesia Disorot

Repelita.id

25 October 2026 00:36 WIB

Wacana Dasco Tentukan Rating Bursa Sendiri Picu Kritik, Ancaman MSCI Turunkan Status Pasar Modal Indonesia Disorot
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wacana pembentukan sistem penilaian bursa secara mandiri yang diembuskan oleh pimpinan legislatif memicu polemik serta beragam tanggapan dari berbagai kalangan publik. Gagasan tersebut mengemuka di tengah menguatnya isu ancaman penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh lembaga internasional.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan gagasannya untuk menyikapi dinamika pasar modal nasional setelah lembaga Morgan Stanley Capital International atau MSCI mengancam bakal menurunkan peringkat bursa. Indonesia terancam diturunkan statusnya dari kelompok Emerging Market menjadi kategori Standalone atau pasar mandiri.

ADVERTISEMENT

Menanggapi potensi penurunan peringkat pasar modal tersebut, pimpinan legislatif mengimbau agar pemangku kebijakan tidak gentar dan justru mendorong pembentukan sistem pemeringkatan bursa secara mandiri. "Di bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” tulis Sufmi Dasco Ahmad dalam unggahan di akun Instagram pribadinya yang dikutip pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Langkah independen tersebut dinilai sebagai upaya membakar semangat nasionalisme demi membawa iklim investasi dalam negeri ke arah yang lebih optimis. “Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju bangsa pemenang," ujar Sufmi Dasco Ahmad.

Sikap percaya diri tersebut sebelumnya juga sempat ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keteguhan sikap bangsa Indonesia dalam menghadapi tekanan lembaga keuangan internasional. “Saya hanya katakan kepada MSCI bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar. Kita tidak takut. Kita punya kekuatan,” tegasnya.

Gagasan mengenai penetapan pemeringkatan bursa secara internal tersebut lantas mengundang respons sinis dari pegiat media sosial Ferry Koto. Melalui akun media sosial X pribadinya pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ia melayangkan sindiran keras terhadap wacana penetapan standar penilaian sendiri di bursa saham.

“ menentukan rating sendiri?” tulis Ferry Koto pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurut pandangannya, respons defensif yang diperlihatkan oleh pemangku jabatan justru semakin memperbesar potensi bursa nasional terlempar ke kategori pasar mandiri.

“Standalone benar ini harapannya,” ucap Ferry Koto. Keberadaan gagasan tersebut juga memicu gelombang tanggapan tajam serta kebingungan dari warga pengguna media sosial.

Pemilik akun warganet @o*dins.id mempertanyakan pemahaman dasar pimpinan parlemen mengenai mekanisme arus modal asing di bursa saham. “Sebetulnya beliau paham gak ya tentang pasar modal? Betul IHSG naek karena mungkin ada suntikan dari danantara tapi mau kuat smpi kpn klo gak ada dana asing masuk? Yang terjadi malah asing netsell terus. Padahal IHSG adalah pintu masuk pemodal asing” kata seorang warganet @o*dins.id.

Nada kritikal senada juga dilontarkan oleh pengguna akun @b*bbystiono yang menilai aturan main dalam industri keuangan internasional tidak bisa ditentukan sepihak. “Ga bs begitu. Rating ya harus tunduk sm penyedia rating internasional. Masa pemain bikin aturan sendiri? Mana ada asing percaya kalau gitu caranya. Ga cukup hanya bicara seperti itu Pak Dasco,” tulis @b*bbystiono.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung