Repelita Jakarta - PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas mengurusi Koperasi Desa Merah Putih, tengah menjadi sorotan publik karena dugaan websitenya dibuat menggunakan aplikasi editing Canva.
Hal ini diungkapkan oleh seorang YouTuber sekaligus praktisi IT bernama David Alfa Sunarna melalui sebuah video review yang diunggah di kanal YouTube miliknya.
ADVERTISEMENT
"Ada satu BUMN yang baru-baru ini jadi sorotan karena impor 105.000 mobil pickup dan truk dari India, namanya PT Agrinas Pangan Nusantara," ujar David dalam video tersebut.
Awalnya, praktisi IT itu mengira bahwa website perusahaan berskala besar tersebut akan tampil sangat menarik dan profesional.
"Perusahaan yang ditugaskan mendukung Koperasi Desa Merah Putih, perusahaan dengan kontrak puluhan triliun, websitenya kayak apa sih, Gaes? Pasti bagus. Puluhan triliun impornya. Websitenya pasti keren banget," ucapnya dengan nada penasaran.
Namun setelah ditelusuri, hasil yang ditemukan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi karena website tersebut langsung mengalami kendala eror saat diakses.
"Pertama kalau gue buka, gue kira koneksi gue yang bermasalah. Ternyata bukan, memang ini adalah tampilan websitenya. Kalau gua klik, nggak bisa konek, error semua," ujarnya menjelaskan pengalaman saat mengunjungi laman resmi BUMN tersebut.
Selanjutnya, rasa penasarannya semakin besar sehingga ia berusaha mencari tahu platform apa yang digunakan untuk membangun website milik perusahaan pelat merah itu.
"Gua penasaran banget dibangun pakai apa. Kita impact elemen, ada satu link yang mencurigakan. Ada link Canva di sini, kita copy," paparnya saat menunjukkan proses penelusuran.
"Boom. Website ini dibuat pakai Canva Gaes. Website sekelas perusahaan BUMN pakai Canva," sambung David dengan nada terkejut atas temuannya tersebut.
Menurut pengakuannya, pada dasarnya ia tidak mempermasalahkan jika sebuah website dibuat menggunakan Canva untuk keperluan tertentu.
Persoalan baru menjadi serius karena website tersebut adalah milik perusahaan negara yang mengelola proyek berskala sangat besar dan bernilai puluhan triliun rupiah.
"Kalau ini website perusahaan nggak jelas, gue nggak masalahin. Tapi ini website perusahaan milik negara. Ini jadi catatan koreksi untuk timnya ya. Masa pakai Canva," pungkas David dalam video reviewnya tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok