Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Warganet Murka, Program Makanan Bergizi Diduga Telan Korban Keracunan, Negara Disorot soal Pajak dan Empati

Repelita.id

06 September 2026 23:57 WIB

[VIRAL] Warganet Murka, Program Makanan Bergizi Diduga Telan Korban Keracunan, Negara Disorot soal Pajak dan Empati
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang kemarahan warga tak terbendung lagi di linimasa digital menyusul rangkaian insiden keracunan yang menimpa anak-anak penerima program makanan bergizi.

Kritik pedas yang menuai perhatian luas tersebut dilontarkan secara terbuka melalui serangkaian unggahan akun media sosial @uda_arif yang dipublikasikan dua jam lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan bernada emosional itu, pemilik akun menyoroti ketimpangan kewajiban finansial masyarakat yang dipaksa tunduk membayar pajak tanpa hak bersuara.

Mau ngasih makan kami kan?, mau ngasih makan anak-anak kami kan?, Masa kami nggak boleh ngomong,masa kami nggak boleh kasih rekomendasi?, cecar akun @uda_arif dalam utasnya.

Ia menegaskan bahwa fasilitas yang diklaim sebagai bentuk bantuan negara sebenarnya bersumber langsung dari peluh keringat dan setoran pajak rakyat.

Permisi mau ngasih makan kami kan, PAKAI UANG KAMI kan, PAKAI KERINGAT KAMI, yang KAMI HARUS SERAHKAN DAN GA BOLEH BERDEBAT!, lanjut akun @uda_arif.

Kritik kian menohok tatkala ia menuntut standar adab pemerintah dalam menjalankan program kesejahteraan sosial agar tidak merendahkan martabat anak bangsa.

PAJAK MAIN POTONG AJA ,oke tapi ketika anda memberi makan, kami anak-anak kami, please be civilized beradablah!, tegasnya.

Sorotan tajam dialamatkan pada lambannya pertanggungjawaban hukum maupun sosial negara tatkala ribuan anak mengalami keracunan massal akibat program tersebut.

BETAPA HINANYA ANAK-ANAK KITA DIMATA NEGARA, diberikan makan sampai keracunan,dan apa tindakan negara,adakah kompensasi,?, sambung akun @uda_arif.

Pertanyaan menohok dilayangkan ihwal nihilnya empati serta ganti rugi bagi keluarga tidak mampu yang harus berjibaku mengurus anak sakit tanpa jaminan kesehatan.

adakah permintaan maaf?, adakah ganti rugi secara sosial, bapak ibu yang tidak punya bpjs ke rumah sakit, merawat anaknya berhari-hari tanpa kompensasi dan kita berkata kita sedang membela orang miskin?, paparnya.

Kemarahan netizen semakin memuncak saat mempertanyakan moralitas penyelenggara negara yang justru membalikkan fakta di balik insiden tersebut.

How dare you, bagaimana mungkin mereka bahkan tidak bisa punya iuran bpjs, anaknya keracunan DIRACUNI OLEH NEGARA dan tidak ada kompensasi apapun?, cetus akun @uda_arif.

Ia juga menantang para wakil rakyat di parlemen untuk mengevaluasi secara fundamental tata kelola penyelenggaraan negara saat ini.

Kita harus bertanya bapak ibu dewan yang terhormat,bagaimana sih cara kita menjalankan negara ini?, imbuhnya.

Kecaman keras ditutup dengan ungkapan kekesalan mendalam terhadap pemaksaan pelaksanaan program di tengah berbagai bencana alam yang melanda daerah.

MAU PROPINSI DAN DUNIA TERTIMBUN ASAP HUTAN YANG DIBAKAR, MAU PENUH DEBU LETUSAN GUNUNG YANG BERBAHAYA, MAU LIBUR SEKOLAH, MAU BULAN PUASA, MBG TETAP JALAN TERUS!, pungkas akun @uda_arif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung