Repelita Jakarta - Kegeraman mendalam dirasakan oleh warganet ibu kota menyusul lontaran kalimat kontroversial yang diduga dilontarkan oleh tokoh masyarakat tertentu terhadap penduduk lokal.
Keluhan terbuka tersebut disampaikan secara langsung melalui unggahan akun @faridaindriastuti
ADVERTISEMENT
pada tanggal 1 September 2026 yang menyoroti dugaan tindakan intimidasi verbal di ruang publik.
"Zulfikar menuduh warga Jakarta sebagai gerombolan PKI dan Hercules mengancam warga Jakarta akan dikirim ke neraka. Bisa gak kita sebagai warga Jakarta bersama-sama menempuh jalur hukum untuk membubarkan mereka dan menyeret keduanya ke ranah pidana? Ayolah kawan-kawan Pakar Hukum Pidana berikan pandangannya di sini @lbh_jakarta? Petisi pembubaran GRIB sudah. Sekarang tindakan riil warga Jakarta apa? Berhasil atau tidak di pengadilan urusan belakangan, yang penting warga Jakarta berjuang bersama2."
Seruan perlawanan hukum yang diinisiasi oleh akun @faridaindriastuti
tersebut langsung memicu perhatian luas serta menuai beragam tanggapan dari para pengguna platform digital lainnya.
Sejumlah akun mendesak kalangan akademisi hukum serta lembaga bantuan hukum untuk turun tangan memberikan pencerahan sekaligus pendampingan bagi masyarakat kecil yang terdampak.
Komentar kritis turut dilayangkan oleh akun @dhi_prisma1
yang mengecam sikap diam pemerintah daerah dalam menyikapi serangan verbal terhadap warganya.
"Seharusnya pihak yang paling marah sekali adalah Pemerintah Provinsi Jakarta. Tuan rumah plus pelindung Warganya yang di cap PKI."
Pernyataan tersebut langsung mendapat dukungan penuh dari pemilik akun @faridaindriastuti
melalui balasan singkat bernada sepakat.
"Betul."
Pertanyaan mendasar mengenai dasar hukum di balik tuduhan keji tersebut juga disuarakan oleh akun @hendra_aka_gober
yang mempertanyakan validitas stigma negatif tersebut.
"apa dasar nya tuduh pki? tuduhan yg sangat berat itu"
Desakan agar para ahli hukum segera memberikan mediasi demi membela hak-hak rakyat kecil serta pengemudi ojek online turut disuarakan oleh akun @poweroimmanuel72
.
"Betul mbak... Tolong mediasi para ahli hukum biar bisa membantu rakyat kecil termasuk para Abang Ojol tuk mendapatkan keadilan 👍👍🙏"
Kritik tajam terhadap lambatnya respons kepala daerah turut disuarakan oleh akun @rexsalia
yang mempertanyakan sikap pasif kepemimpinan lokal.
"Trus gubernurnya diam saja gitu?"
Kebutuhan akan tindakan nyata di lapangan ditekankan oleh akun @adjie020
agar tindakan sewenang-wenang tidak semakin merajalela.
"mmg harus ada real action... kl didiamkan lama2 mrk jadi Makin (merasa) kenal hukum & korbannya akan makin banyak..."
Sorotan publik akhirnya juga diarahkan kepada pucuk pimpinan tertinggi negara melalui mention terbuka dari akun @nabilasyahputri
yang meminta ketegasan pemerintah pusat.
"@prabowo.gibran2 apa tanggapan bapak? atas ucapan hercules diatas? masihkah bapak backup herkules?"
Berbagai desakan hukum serta petisi pembubaran organisasi kemasyarakatan tersebut kini terus bergulir luas di dunia maya dan menuntut respons cepat dari aparat penegak hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads