Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] VIDIO Hakim Guntur Larema Siap Lawan Jaksa yang Diduga Main Pesanan dan Pengkondisian Perkara

Repelita.id

08 September 2026 17:01 WIB

[VIRAL]  VIDIO Hakim Guntur Larema Siap Lawan Jaksa yang Diduga Main Pesanan dan Pengkondisian Perkara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Video yang menampilkan sosok yang disebut sebagai Hakim Guntur Larema kembali menjadi sorotan setelah beredar di media sosial dan memicu perdebatan warganet.

Dalam informasi yang beredar, Guntur Larema disebut sebagai seorang hakim di Tamalaki yang menyatakan sikap tegas terhadap jaksa yang dinilai tidak menjalankan amanah dalam penegakan hukum.

ADVERTISEMENT

Ia disebut siap menghadapi jaksa yang diduga terlibat dalam praktik "pengkondisian" dan "pesanan" dalam perkara hukum yang sedang ditangani.

Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan pesan mengenai pentingnya menjaga integritas proses peradilan serta memastikan hukum berjalan tanpa intervensi.

Unggahan yang beredar sebelumnya dibagikan akun Threads @trendingid1 sekitar 22 jam sebelum informasi ini ditulis dan menyebut adanya pernyataan tegas dari sebuah persidangan.

"Pernyataan tegas dari persidangan ini mendadak ramai diperbincangkan netizen! Sorotan tajam disampaikan terkait integritas penegakan hukum dan pentingnya keadilan yang berlandaskan konstitusi serta undang-undang tanpa intervensi."

Unggahan itu juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses peradilan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

"Transparansi dan keadilan merupakan pondasi utama dalam sistem peradilan kita. #PenegakanHukum #KeadilanUntukRakyat #HukumIndonesia #InfoHukum #BeritaViral #KritikMembangun #TransparansiHukum #FYP #TrendingToday #InfoTerkini #DiskusiPublik"

Respons warganet terhadap video tersebut cukup beragam, termasuk komentar yang langsung menganggap sosok dalam video sebagai hakim dan memberikan dukungan terhadap sikapnya.

"Alhamdulillah masih ada hakim yg jujur dinegeri ini"

Namun, identitas serta profesi sosok yang tampil dalam video justru dipertanyakan oleh pengguna lain yang menilai terdapat perbedaan pada logo dan pakaian yang dikenakan.

"Bukan hakim bang...logonya bukan logo mahkamah agung...dan toga hakim tidak polos warna hitam seperti itu..."

Perdebatan kemudian berkembang menjadi kritik terhadap kondisi penegakan hukum dan konstitusi di Indonesia.

"Semenjak sang pendusta jokodok berkuasa selama 10 thn terakhir hukum dan konstitusi di rusak"

Komentar lain bahkan menyampaikan kekecewaan terhadap perilaku sejumlah pejabat dan kondisi pengelolaan negara yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

"Gregetan gue, kok negara sekaya raya ini pejabat²nya tolol², rakus² dan tidak nasionalis, kasihan orang² bener, orang² yg cinta negara ini menghadapi anjing² pengelola negara."

Di tengah perdebatan tersebut, ada pula warganet yang memberikan dukungan kepada sosok dalam video dan berharap ia tetap berani menjalankan tugas sesuai kebenaran.

"Sehat² pak Hakim.. Jangan takut selama Bpk dijalan yg benar 👍👍"

Akun yang sama kemudian kembali mempertanyakan penyebutan sosok tersebut sebagai hakim dengan merujuk pada atribut yang terlihat dalam tayangan.

"Bukan hakim bu...toga yg dpake sama dengan toga saya d foto profil...kalo toga hakim tidak polos warna hitam...dan logo d blkang bukan logo mahkamah agung..."

Perbedaan pandangan itu membuat warganet lain mempertanyakan konteks video sekaligus kemungkinan adanya kekeliruan dalam pemberian judul terhadap tayangan yang beredar.

"Ooo gitu.. Spt kelas pengacara gitu ya? Knp judulnya hakim di video ya? Kemungkinan MA ga bersih juga bisa terjadi klw spt itu yg dikemukakan dong ya?"

Dengan demikian, video tersebut memunculkan dua persoalan sekaligus, yakni pernyataan tegas yang dikaitkan dengan Guntur Larema mengenai jaksa yang diduga melakukan pengkondisian atau menerima pesanan perkara, serta perdebatan warganet mengenai identitas sosok dalam video.

Pernyataan mengenai dugaan praktik pengkondisian dan pesanan tersebut masih merupakan klaim yang beredar dalam konteks video dan percakapan media sosial, sehingga konteks lengkap serta identitas sosok yang tampil perlu dipastikan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung