Repelita Merauke - Ruang jagat digital saat ini tengah digemparkan oleh peredaran sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aktivitas pembongkaran lahan hijau secara masif hingga memicu gelombang simpati dari masyarakat luas.
Objek vegetasi yang dihancurkan dalam tayangan tersebut disinyalir kuat merupakan kawasan hutan penyangga yang selama ini menjadi tempat tinggal bagi kawanan satwa endemik di wilayah administrasi Papua Selatan.
ADVERTISEMENT
Melalui visualisasi yang beredar luas sejak tanggal posting 20 Mei 2026 tersebut, tampak satu unit kendaraan berat jenis ekskavator sedang merobohkan barisan pepohonan tinggi pada lanskap tanah yang kondisinya sudah nyaris gundul.
Pada area sterilisasi tersebut sebenarnya hanya menyisakan beberapa batang pohon yang masih berdiri kokoh, namun salah satu vegetasi terakhir itu justru dipaksa tumbang oleh dorongan besi kendaraan pengeruk.
Sorotan utama masyarakat dunia maya tertuju pada kehadiran seekor fauna liar yang posisinya terpantau masih berada di atas dahan saat proses eksekusi peruntuhan tempat bernaungnya sedang berlangsung ekstrem.
Makhluk hidup malang tersebut tampak menunjukkan gestur kepanikan yang sangat luar biasa tatkala menyaksikan satu-satunya tempat berlindung dihancurkan secara paksa oleh aktivitas industri manusia.
Berdasarkan pencocokan ciri fisik, satwa yang terlihat berjuang mempertahankan wilayah teritorinya tersebut merupakan kuskus, sejenis mamalia berkantung khas yang sering diidentikkan publik dengan karakter rekaan Marsupilami.
Simulasi visual dari penderitaan fauna liar tersebut seketika memanen respons duka mendalam serta keprihatinan yang sangat masif dari jutaan pengguna jaringan internet di tanah air.
Banyak pihak mulai melayangkan kritik terbuka serta mempertanyakan prosedur pembukaan lahan komersial yang dinilai sama sekali tidak mengindahkan faktor keselamatan keanekaragaman hayati dan prinsip kelestarian ekologi.
Secara definitif, istilah nama yang disematkan warga digital pada hewan tersebut sejatinya merujuk pada sosok visual dari tokoh komik fiktif yang diciptakan oleh ilustrator asal Eropa pada pertengahan abad ke-20.
Meskipun penamaan populer itu berakar dari dunia fiksi, namun karakteristik morfologi makhluk dalam video tersebut memiliki kemiripan yang sangat identik dengan spesies kuskus atau Spilocucus dalam dunia sains.
Jenis fauna marsupial endemik ini sebarannya banyak mendiami kawasan hutan tropis Indonesia timur seperti pulau Sulawesi, gugusan Maluku, daratan Papua, hingga menjangkau wilayah tetangga Papua Nugini serta benua Australia.
Secara silsilah biologi, kelompok mamalia ini masih berada dalam garis kekerabatan yang dekat dengan spesies koala dan kanguru karena sama-sama dibekali dengan fasilitas kantung perut untuk membesarkan keturunan.
Struktur anatomi dari mamalia pemanjat ini dicirikan dengan kepemilikan lapisan rambut yang sangat tebal, bentuk bola mata yang cenderung besar, serta organ ekor panjang berotot dengan kemampuan mencengkeram yang sangat kuat.
Bagian ekor prehensil tersebut memiliki fleksibilitas tinggi yang berfungsi layaknya lengan tambahan bagi sang fauna untuk menahan beban tubuh saat melakukan pergerakan atau bergelantungan di pucuk dahan hutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok