Berita, Nasional

[VIRAL] Video Calon Manajer Koperasi Desa Salat Berjemaah Kenakan Seragam Militer Tanpa Mukena Tuai Kecaman Netizen dan Komnas HAM

Repelita.id

01 July 2026 23:29 WIB

[VIRAL] Video Calon Manajer Koperasi Desa Salat Berjemaah Kenakan Seragam Militer Tanpa Mukena Tuai Kecaman Netizen dan Komnas HAM
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Beredar luas di media sosial sebuah rekaman video yang menampilkan sekelompok wanita calon manajer Koperasi Desa Merah Putih sedang melaksanakan salat berjamaah.

Para peserta diklat tersebut tampak menjalankan ibadah salat di tengah agenda Latihan Dasar Militer dengan tetap mengenakan seragam loreng.

ADVERTISEMENT

Mereka terlihat menunaikan salat tanpa menggunakan mukena atau pakaian ibadah khusus yang lazim dikenakan oleh perempuan muslim pada umumnya.

Aksi tersebut memicu gelombang kritik dari warganet yang menyampaikan kepatuhan tata cara shalat yang mereka lakukan terhadap syariat Islam.

Sejumlah pihak menilai penggunaan seragam lapangan yang ketat dan berpotensi tidak suci akibat aktivitas berat sangat tidak layak digunakan untuk beribadah.

Selain itu, posisi imam yang berada di depan makmum juga dianggap menyalahi aturan tata cara salat berjamaah bagi kaum perempuan.

Terdapat pula komentar warganet yang menyoroti keabsahan ibadah tersebut dengan kesempurnaan kesempurnaan penutup aurat saat menjalankan gerakan shalat.

Meski demikian, terdapat segelintir netizen yang berpendapat lebih moderat bahwa yang terpenting adalah kesadaran untuk tetap menjalankan kewajiban shalat di tengah pelatihan.

Sorotan masyarakat terhadap kegiatan ini serta tertundanya kebijakan pemerintah yang menerapkan pelatihan militer bagi calon pengelola koperasi desa.

Sebelumnya, Komnas HAM mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program tersebut karena dinilai tidak memiliki relevansi dengan tugas manajerial koperasi.

“Peningkatan kapasitas manajer koperasi seharusnya terfokus pada kompetensi manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, dan literasi keuangan, bukan pelatihan militer yang tidak relevan langsung dengan tugas mereka,” kata Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi.

Program ini semakin mendapat penolakan keras setelah menyebutkan kabar duka mengenai adanya peserta yang meninggal dunia dalam masa pendidikan tersebut.

Hingga saat ini, pihak penyelenggara pelatihan maupun kementerian terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai kontroversi tata cara salat dalam video yang viral tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung