Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Ustadz Das'ad Latif Sentil Korupsi Makan Bergizi Gratis Usai Dadan Hindayana Ditahan Kejaksaan Agung

Repelita.id

07 June 2026 15:16 WIB

[VIRAL] Ustadz Das'ad Latif Sentil Korupsi Makan Bergizi Gratis Usai Dadan Hindayana Ditahan Kejaksaan Agung
Foto: Istimewa

Berikut teks yang sudah dibersihkan dari sampah setelah tanda titik (tautan waktu, URL YouTube, alamat Instagram, dan keterangan lain yang mengganggu), serta setiap kalimat setelah titik dipisahkan menjadi paragraf baru:

Repelita [Jakarta] - Kasus korupsi yang membelit program Makan Bergizi Gratis belakangan ini memicu reaksi keras dari pendakwah kondang Ustadz Das’ad Latif.

ADVERTISEMENT

Melalui potongan ceramahnya yang viral di jagat maya, sang ustadz memberikan peringatan menohok mengenai dampak buruk mengonsumsi harta yang diperoleh secara ilegal.

Kritik tajam ini disampaikan di hadapan para jemaah dengan menyelipkan sindiran mengenai penyimpangan dana negara yang seharusnya disalurkan untuk kepentingan masyarakat dhuafa.

Dalam tausiahnya, Das’ad Latif mengisahkan sebuah humor satir mengenai jemaah haji asal Indonesia yang sedang melaksanakan ritual lempar jumrah di tanah suci.

Jemaah tersebut dikisahkan melempar sebuah batu ke dinding jumrah, namun batu itu justru memantul kembali hampir mengenai kepalanya sendiri.

Ketika batu itu diperiksa, secara jenaka ia menggambarkan adanya tulisan imajiner yang berbunyi, "Sesama setan dilarang saling melempar."

Sentilan tersebut langsung dikaitkan oleh sang pendakwah dengan isu penyelewengan anggaran yang sedang hangat diperbincangkan di tanah air.

Ia menyatakan secara gamblang mengenai ironi para pelaku korupsi yang melakukan tindakan culas di dalam negeri.

"Di sini kau lempar saya di Indonesia sama-sama kita rampok MBG, katanya 19.000 seekor sapi tiap hari, tapi kita tidak pernah lihat sapi MBG. Ah, setan," ujar Das'ad dalam pidatonya.

Lebih lanjut, ustadz asal Sulawesi ini mengingatkan para pelaku kejahatan anggaran mengenai kekuatan spiritual dari golongan masyarakat yang tertindas.

Ia menegaskan bahwa doa dari kaum miskin dan dhuafa memiliki kedudukan yang sangat makbul di hadapan Sang Pencipta.

Hal ini seolah menjadi kenyataan seiring dengan langkah hukum tegas yang diambil oleh aparat penegak hukum baru-baru ini.

Secara spesifik, ceramah tersebut turut menyoroti perkembangan penanganan kasus hukum yang melibatkan mantan pejabat tinggi negara.

Das’ad Latif menyebutkan tindakan Kejaksaan Agung yang telah resmi menahan figur penting di instansi terkait.

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana ditahan oleh Kejaksaan Agung, demikian tegasnya saat menyampaikan pengumuman di tengah kajian.

Pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan tersebut diharapkan menjadi bahan renungan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.

Publik diingatkan untuk menjauhi segala bentuk praktik haram demi menjaga keberkahan hidup.

Penegasan ini menjadi poin krusial agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mempermainkan hak kaum lemah demi keuntungan pribadi.

(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung