Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Strategi Boikot Sederhana Makan Bergizi Gratis Sukses Tutup Dapur Pemasok Akibat Siswa Ogah Menyantap Hidangan

Repelita.id

12 September 2026 20:33 WIB

[VIRAL] Strategi Boikot Sederhana Makan Bergizi Gratis Sukses Tutup Dapur Pemasok Akibat Siswa Ogah Menyantap Hidangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan mengenai program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi perhatian setelah muncul cerita tentang dapur penyedia makanan yang disebut telah berhenti beroperasi selama beberapa pekan.

Informasi tersebut disampaikan Bambang melalui akun X @sibambaang pada 12 September 2026 pukul 19.52 WIB dalam sebuah unggahan yang membahas kondisi dapur MBG.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, Bambang menyoroti dugaan bahwa makanan MBG yang disediakan dari sebuah dapur tidak banyak dikonsumsi oleh siswa di sekolah.

“Ternyata cara sederhana kalau mau MBG cepat tutup adalah jangan makan MBG di sekolah. Pemilik dapur MBG curhat, dapurnya sudah 3 Minggu ditutup gara-gara MBG dari dapurnya banyak tidak dimakan oleh siswa di sekolah.”

Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah pengguna X, salah satunya akun Adit 🐻 @Yourpapabears yang memberikan komentar pada 12 September 2026.

“Syalan, bisa-bisanya lu sedih diatas kebahagiaan orang yg lu rampas”

Pernyataan Bambang itu menggambarkan adanya persoalan terkait tingkat konsumsi makanan MBG di lingkungan sekolah, sekaligus dampaknya terhadap keberlangsungan operasional dapur penyedia program tersebut.

Namun, unggahan tersebut tidak mencantumkan identitas pemilik dapur, lokasi dapur, maupun rincian mengenai alasan makanan yang disediakan disebut tidak banyak dimakan siswa.

Informasi mengenai dapur yang disebut telah berhenti selama tiga minggu tersebut juga disampaikan dalam konteks pengalaman atau curahan pemilik dapur yang dirujuk oleh Bambang, sehingga keterangan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya.

Program MBG sendiri melibatkan dapur penyedia makanan yang bertugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat, termasuk para siswa di sekolah.

Karena itu, tingkat penerimaan makanan oleh siswa menjadi salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan efektivitas distribusi dan operasional dapur, meskipun unggahan tersebut belum memberikan data yang lebih rinci mengenai kasus yang dimaksud.

Perdebatan di media sosial mengenai MBG pun terus berkembang, terutama terkait kualitas makanan, penerimaan siswa, serta keberlangsungan dapur yang menjalankan penyediaan makanan dalam program tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung