Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Siswi Berastagi Disebut Kehilangan Ingatan 70 Persen Usai Keracunan MBG, “Dimana Hati Nuranimu Presiden?”

Repelita.id

07 September 2026 23:38 WIB

[VIRAL] Siswi Berastagi Disebut Kehilangan Ingatan 70 Persen Usai Keracunan MBG, “Dimana Hati Nuranimu Presiden?”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan Edy Bayo Regar melalui akun @regar_op0sisi pada 7 September 2026 menyoroti kabar mengenai seorang siswi SMK swasta di Berastagi yang disebut mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengalami keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam unggahan tersebut, Edy menyebut siswi bernama Febiola boru Purba mengalami kondisi tersebut setelah kejadian yang disebut berlangsung pada 13 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyatakan bahwa Febiola telah dinyatakan dokter mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen, sebelum kemudian mempertanyakan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kasus tersebut.

Edy menuliskan:

“Febiola boru Purba siswi SMK swasta Bersama Berastagi, mengalami gangguan ingatan setelah keracunan MBG pada 13 Agustus 2026 yang lalu. Ia divonis dokter kehilangan ingatan 70%. Dimana hati nuranimu presiden @prabowo?”

Unggahan itu kemudian mendapat respons dari sejumlah pengguna media sosial yang ikut menyoroti persoalan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Akun @New_Termul memberikan tanggapan dengan mempertanyakan apakah kejadian tersebut masih dapat dianggap sebagai kasus yang hanya dialami satu orang.

Komentar tersebut berbunyi:

“Kalau sudah begini apa masih mau bilang hanya satu orang dari sekian yang keracunan kah?”

Edy kemudian kembali menanggapi percakapan tersebut dengan satu kata yang menggambarkan keprihatinannya terhadap kabar yang beredar.

Ia menulis:

“Miris”

Komentar lain datang dari akun @jamalkobain666_ yang menggunakan kalimat singkat untuk menyindir pemberian makanan gratis yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Komentar itu berbunyi:

“Makanan beracun gratis”

Edy kembali memberikan respons dengan menyinggung kondisi kehilangan ingatan yang disebut dialami Febiola.

Ia menulis:

“Miris Sampai hilang ingatan 🥹”

Percakapan tersebut kemudian berkembang dengan munculnya berbagai pendapat lain mengenai tanggung jawab pemerintah, pengawasan makanan, serta pelaksanaan program MBG.

Akun @Awan2379 menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan Presiden Prabowo tidak mengetahui kabar tersebut dan mempertanyakan lingkungan pemerintahan di sekitar kepala negara.

Ia menulis:

“Sekeras apapun kalian bersuara tuh presiden gk bakalan nggubris, karena: - beliau tak pegang HP. - beliau di kelilingi oleh orang²nya rezim sebelumnya yg dugaan kuat ingin melanggengkan kekuasaannya kembali...., sehingga semua fakta di putar balikkan. Dilema....”

Sementara itu, akun @Phaja_Ghaladiha mempertanyakan tanggung jawab pemerintah sekaligus mengaitkan kasus Febiola dengan kemungkinan adanya korban lain.

Komentarnya berbunyi:

“dimana tanggung jawab dan hati nurani pemerintah bang

@bang_dasco

@habiburokhman

mbak

@riekediahp

? harus berapa banyak lagi Febiola boru Purba-Febiola boru Purba lain yg harus kehilangan ingatannya akibat MBG ini?”

Pandangan berbeda disampaikan akun @AmaluddinSSili1 yang memberikan imbauan kepada orang tua agar membekali anak dengan makanan dari rumah sebagai langkah kehati-hatian.

Ia menulis:

“Tips anak pergi sekolah agar selalu memakan makanan sehat dan bergizi SEDIAN BEKAL DARI RUMAH dan jangan biarkan jajan sembarangan apalagi makan yg gratisan belum tentu sehat”

Komentar lainnya datang dari akun @InterQomink yang menyinggung posisi Presiden Prabowo dalam persoalan tersebut.

Ia menulis:

“Walaupun Prabowo mungkin tidak tau berita ini tapi dialah orang yg paling bertanggungjawab Jangan main-main dengan jabatan anda pak Berat..”

Rangkaian percakapan itu memperlihatkan munculnya kekhawatiran pengguna media sosial terhadap keamanan makanan dalam pelaksanaan MBG, khususnya setelah beredarnya klaim mengenai kondisi kesehatan Febiola.

Namun, informasi mengenai dugaan keracunan, diagnosis kehilangan ingatan sebesar 70 persen, serta kaitannya dengan makanan MBG dalam unggahan tersebut merupakan klaim yang disampaikan di media sosial dan perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi serta pemeriksaan medis dan fakta terkait.

Perbincangan mengenai kasus tersebut juga menunjukkan tuntutan agar aspek keamanan pangan, pengawasan penyedia makanan, dan penanganan apabila terjadi dugaan keracunan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG.(*)Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung