Repelita [Jakarta] - Sorotan publik kembali mengarah pada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penobatan yang bertempat di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang tersebut dilakukan secara langsung oleh delapan penguasa wilayah kerajaan di Pulau Timor.
Meski telah menerima kehormatan adat sebagai tokoh sesepuh kawasan tersebut, kehadiran mantan kepala negara di lokasi bencana gempa bumi yang baru saja menerjang wilayah NTT kini dipertanyakan oleh masyarakat. Keberadaannya dinantikan publik sebagai wujud empati terhadap warga yang terdampak musibah.
ADVERTISEMENT
Sejumlah pihak di media sosial turut memberikan sindiran tajam terkait situasi tersebut serta membandingkannya dengan isu-isu sensitif terdahulu.
Pada tanggal unggahan 18 Agustus 2026, akun ChusnulCh__
melayangkan pertanyaan tajamnya dengan membandingkan situasi saat ini lewat cuitan, "Pertanyaannya yg dulu menjengkelkan, kapan tunjukkan ijazah asli mu pak?"
Lebih lanjut, pegiat media sosial tersebut juga mempertanyakan kepedulian mantan pimpinan negara itu terhadap kondisi terkini di daerah yang telah memberinya gelar kehormatan adat.
Melalui cuitan lanjutannya pada hari yang sama, akun ChusnulCh__
menyentil, "Pertanyaan yg skrng menjengkelkan, kapan ke NTT pak?"
Sebelumnya, penobatan gelar adat tersebut dikonfirmasi langsung oleh Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, yang menjelaskan bahwa prosesi disahkan oleh para raja pemilik wilayah kerajaan di Pulau Timor. Dari sembilan wilayah kerajaan, sebanyak delapan raja hadir secara langsung dalam seremoni adat tersebut.
Masyarakat kini terus menantikan langkah nyata dari para tokoh yang telah diangkat menjadi bagian dari keluarga besar adat Timor. Publik berharap momentum gelar kehormatan tersebut diiringi dengan kepedulian nyata serta kehadiran langsung untuk membantu pemulihan warga yang sedang tertimpa bencana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok