Repelita Jakarta - Seorang warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto menetapkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional.
Permintaan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya dan kemudian tersebar luas.
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman tersebut, warga yang dikenal sebagai Nuno memperlihatkan kondisi udara di sekitarnya yang tampak kekuningan pekat.
Ia mengeluhkan kesulitan bernapas akibat kabut asap yang sudah menyelimuti wilayahnya hampir tiga bulan.
Kabut asap di Palangka Raya dilaporkan mulai terjadi sejak akhir Juli 2026.
Pada 11 Oktober 2026, indeks kualitas udara di kota itu sempat mencapai angka 414 dan masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.
Warga tersebut dengan nada putus asa menyampaikan, “Sudah lama kami mati Pak seperti ini Pak.”
Ia melanjutkan, “Buat Prabowo segera tetapkan ini sebagai bencana nasional Pak.”
“Kami warga Palangkaraya, warga Kalimantan.”
“Saya tidak tahan lagi, Pak.”
“Asap kuning seperti ini Pak.”
“Bagaimana kami bernapas Pak.”
“Bagaimana melihat Pak.”
“Benar-benar kuning Pak.”
“Kami sudah tidak normal lagi bernapas seperti ini Pak.”
“Sudah lama kami mati Pak seperti ini.”
“Ini bencana nasional Pak, tolong Pak, tolong sekali.”
“Sudah tiga bulan seperti ini, Pak.”
Kondisi kabut asap yang berkepanjangan membuat warga di wilayah tersebut kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Banyak pihak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi dampak karhutla yang terus berlangsung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
@metropolitan.id Seorang warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meminta Presiden Prabowo Subianto menetapkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, warga tersebut memperlihatkan kondisi udara yang tampak kekuningan. Ia mengeluhkan sulitnya bernapas akibat kabut asap yang telah menyelimuti wilayahnya selama hampir tiga bulan. Kabut asap di Palangka Raya dilaporkan terjadi sejak akhir Juli 2026. Pada 11 Oktober 2026, indeks kualitas udara di kota tersebut mencapai angka 414, yang masuk kategori berbahaya bagi Kesehatan. Video: TikTok/Nuno, Threads/eleonoragandesa, atiqahhzhr #metropolitanid #udarakalimantan #kebakarankalimantan #asapmencekam #jeritanwarga
♬ suara asli - Metropolitan.id