Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Rp3 Juta Disebut Cukup, Warga Pertanyakan Hitungan Pemerintah di Tengah Beban Kebutuhan Pokok dan Pendidikan Keluarga

Repelita.id

02 September 2026 17:49 WIB

[VIRAL] Rp3 Juta Disebut Cukup, Warga Pertanyakan Hitungan Pemerintah di Tengah Beban Kebutuhan Pokok dan Pendidikan Keluarga
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah keluhan warga terkait standar perhitungan ekonomi pemerintah mendadak viral di platform media sosial Threads pada tanggal 2 September 2026.

Curahan hati tersebut dibagikan oleh akun @email.mikael12

ADVERTISEMENT

yang menyoroti asumsi anggaran pengeluaran keluarga miskin versi instansi resmi.

Dalam postingan yang diunggah pada sepuluh jam lalu itu, pengunggah merinci kalkulasi kebutuhan pokok bulanan yang dinilai tidak masuk akal.

Isi postingan dari akun tersebut ditampilkan secara utuh tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun sebagai berikut: Nampaknya Pemerintahku lagi Mengada2 atau Prank Masyarakatnya ya.

Cuitan itu dilanjutkan dengan rincian hitungan biaya hidup yang mencakup berbagai pos pengeluaran wajib rumah tangga kelas pekerja.

Keluhan tersebut memuat rincian nominal kebutuhan harian hingga bulanan yang dirasa jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan realitas di lapangan.

Bagian lanjutan dari unggahan tersebut ditulis secara persis tanpa perubahan redaksional sebagai berikut: Coba kita hitung2 Pengeluaran 3juta > Super Kaya beras perliter 15rb Pertamax perliter 17rb minyak goreng/liter 20rb Listrik 200.000/bulan PDAM 200.000/bulan Spp sekolah 120.000/bulan Bpjs 140.000/bulan itu baru beberapa kebutuhan wajib ya pak, bapak bayangkan kami anggota keluarga ada 4 , 2 anak sedang usia sekolah, ntah lah kemana dan jadi apa duit 3 juta itu pak😭 siapa lagi sih ini yg bikin hitungan begini ya ampun dah 😭.

Unggahan kritis tersebut langsung memancing gelombang reaksi keras serta gelak tawa sinis dari para warganet di kolom komentar.

Pengguna akun @prasetyo58821

turut memberikan tanggapan tajam menduga kebijakan tersebut dibuat untuk memangkas anggaran bantuan sosial negara.

Cuitan balasan dari warganet tersebut dituangkan secara persis tanpa perubahan teks sedikit pun sebagai berikut: Ya biar negara melepas tanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya, biar gak ada anggaran bansos untuk pendidikan, kesehatan dan sembako.

Berbagai respons serupa juga disampaikan oleh akun @santi.eriana

yang melontarkan sindiran pedas terhadap pihak kementerian terkait.

Komentar warganet tersebut ditulis secara utuh tanpa mengubah susunan kalimat aslinya sebagai berikut: Gw yakin mensos yang survey lagi mencret makanya lupa nambahin 0 dibelakang.

Rangkaian interaksi dalam ruang digital ini mencerminkan tingginya jurang pemisah antara data birokrasi pemerintah dengan realitas ekonomi masyarakat kecil. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung