Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Rombongan Ibu-Ibu Mengaku Guru Bikin Gaduh di Kereta Padang-Kayu Tanam Ditegur Penumpang Malah Pamer Gelar Doktor

Repelita.id

06 October 2026 17:22 WIB

[VIRAL] Rombongan Ibu-Ibu Mengaku Guru Bikin Gaduh di Kereta Padang-Kayu Tanam Ditegur Penumpang Malah Pamer Gelar Doktor
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Insiden adu mulut antara seorang pemuda dengan rombongan yang diduga berprofesi sebagai tenaga pendidik di dalam gerbong kereta api penumpang menjadi perbincangan hangat.

Kejadian kurang menyenangkan tersebut dipicu oleh rasa tidak nyaman salah satu pengguna jasa transportasi publik akibat situasi bising yang ditimbulkan oleh kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pelacakan data digital di lini masa, kabar mengenai perselisihan antarpenumpang moda transportasi massal itu mulai mencuat ke publik pada tanggal enam Oktober dua ribu dua puluh enam.

Informasi mengenai peristiwa ketegangan sosial di fasilitas umum itu disebarluaskan secara terbuka melalui unggahan dari akun media sosial @kasitau.info.

Dalam deskripsi kronologi kejadian, pemuda tersebut menyatakan keberatannya atas tindakan lima belas wanita paruh baya yang membuat kegaduhan di sepanjang rute Stasiun Padang menuju Kayu Tanam.

"Pemuda ini mengeluhkan 15 ibu-ibu yang mengaku guru yang berisik di kereta rute Stasiun Padang menuju Kayu Tanam (Sumbar).

Saat ditegur, mereka berdalih “kami guru” dan “tidak ada aturan dilarang berisik” bahkan salah satunya mengaku 3 anggota rombongan bergelar Doktor di stasiun akhir.

Solo vs Squad." tulis akun tersebut memaparkan rincian kejadian.

Bukannya mereda setelah mendapatkan teguran dari sesama pengguna jalan, para wanita tersebut justru berlindung di balik profesi mulia serta tingkat pendidikan tinggi mereka untuk membela diri.

Sikap tidak simpatik dari oknum aparatur pendidikan di wilayah Sumatra Barat tersebut langsung mengundang reaksi keras berupa hujatan dari masyarakat pengguna internet.

Pengguna akun @ariatysuci mengungkapkan rasa penyesalannya menggunakan bahasa daerah dengan mengetik tanggapan kritis dalam kolom komentar.

"ba'a dek sampai aib urang awak ko menyebar sampai ka nasional? Mereka guru, tapi ndak ado raso pariso, ilang raso malu" tulisnya meluapkan kekecewaan mendalam.

Kritik tajam mengenai degradasi nilai kesopanan dari figur yang seharusnya digugu dan ditiru itu juga disuarakan secara lantang oleh akun @agos.sosilo.

"Apa Ndak malu ya.....gelem berderet tp kok adabnya begitu" sahutnya menyayangkan tindakan tidak terpuji gerombolan wanita tersebut.

Sementara itu, asumsi mengenai adanya benturan pola pikir antargenerasi di tengah masyarakat modern dikemukakan oleh pemilik akun @ikiw43.

"Gen Z versus Boomers pasti" ketik akun itu singkat menganalisis latar belakang pelaku konflik.

Apresiasi tinggi atas keberanian sang pemuda dalam menegakkan ketertiban umum diberikan oleh akun @purwoputro98 melalui untaian kalimat penyemangat.

"Kamu keren berani speak up menghadapi gerombolan emak rempong" ungkapnya memuji tindakan tegas penumpang pria itu.

Di sisi lain, akun @abesimpson_ justru menilai bahwa perilaku mementingkan diri sendiri di ruang publik sudah menjadi cerminan dari karakter komunal saat ini.

"Mental mayoritas" tulisnya memberikan penilaian umum yang cukup menohok.

Rasa prihatin atas hilangnya fungsi keteladanan seorang pengajar akibat tutur kata yang defensif disampaikan secara rinci oleh akun @artie_kirana.

"Bu Guru, Bu Guruuuuu, kok begitu amat tutur katanya sebagai guru, guru itu mengayomi, bkn membalikkan kata2 yg enggak enak, malu ibu guru, seharusnya nyadar diri bu, kita ini lihat situasinya gimana, enggak pantas loh ibu guru" urainya panjang lebar.

Ungkapan kekesalan emosional dalam bahasa lokal terkait perilaku tidak tertib dari para oknum pengajar zaman sekarang juga ditulis oleh akun @imelda.mada.

"Guru emang banyak nan anjiang urang d zaman kini koh... Dak ba taratik..." ketiknya meluapkan amarah.

Sorotan terhadap kelemahan fungsi pengawasan dari otoritas penyedia jasa perjalanan kereta api dikritisi secara tajam oleh pengamat digital via akun @alveindamar.

"Petugas KAI yang beresin. Harusnya tak perlu sipil vs sipil kayak gini

Kl sampe penumpang ribut sesam a penumpang ya salah KAI-nya

Padah ludah bagus KAI itu tegas dengan penumpang biasnya" cetusnya mengevaluasi kinerja operasional petugas.

Sentilan menggunakan istilah populer dalam permainan video daring untuk menggambarkan keteguhan sikap sang pemuda dilontarkan oleh akun @igedereynold.

"Mantap dek. Recall2 di base musuh. 😁" tulisnya bergurau.

Sebagai penutup perdebatan, akun @mn_asyari memberikan penilaian final yang sangat rendah terhadap cerminan etika rombongan wanita tersebut selama di perjalanan.

"ATTITUDE ⭐1" pungkasnya menegaskan penilaian buruk publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung