Berita, Nasional

[VIRAL] Rifzikka Atmadiningrat Menjelaskan Perbedaan LPG dan CNG yang Kini Heboh karena Dirakit di China

Repelita.id

03 July 2026 01:48 WIB

[VIRAL] Rifzikka Atmadiningrat Menjelaskan Perbedaan LPG dan CNG yang Kini Heboh karena Dirakit di China
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Seniman Rifzikka Atmadiningrat memberikan edukasi publik mengenai perbedaan mendasar antara LPG dan CNG melalui akun Facebook miliknya pada 30 Juni 2026.

Penjelasan tersebut menjadi sorotan di tengah memanasnya perbincangan mengenai rencana pemerintah mengganti tabung gas melon dengan produk CNG Merah Putih yang komponennya dirakit di China.

ADVERTISEMENT

Rifzikka memaparkan bahwa LPG terdiri dari campuran propana dan butana yang berbentuk cair pada tekanan rendah, serta memiliki massa jenis lebih berat dibanding udara.

"LPG adlah Propana ditambah Butana, cair, lebih berat, lebih panas, untuk masak dan kebutuhan umum," tulisnya dalam unggahan di tautan https://www.facebook.com/rifzikka.atmadiningrat.

Sebaliknya, ia menjelaskan bahwa CNG berbahan baku utama metana yang disimpan dalam tekanan sangat tinggi dan memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara.

"Sementara CNG adalah Metana, gas bertekanan, lebih ringan, lebih murah, terutama untuk kendaraan," tambahnya dalam postingan tersebut.

Perdebatan mengenai transisi energi ini semakin tajam karena ketergantungan proyek terhadap rantai pasok luar negeri, khususnya terkait perakitan tabung komposit di China.

Rifzikka turut memberikan kritik terhadap pemerintah yang dinilai kerap abai dalam memberikan pemahaman komprehensif sebelum menerapkan suatu kebijakan baru.

"Kita harus terus belajar bersama karena pemerintah sering kurang sosialisasi (apapun program dan proyeknya yang melibatkan rakyat banyak). Pemerintah sering memaksakan meskipun rakyat belum faham. Hidup rakyat," tegasnya.

Pemerintah sendiri berupaya mendorong penggunaan CNG dengan janji efisiensi biaya hingga 40 persen dibandingkan LPG subsidi tiga kilogram.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut teknologi ini dirancang untuk kemudahan masyarakat tanpa perlu melakukan pergantian kompor di dapur.

"Biaya penggunaan CNG lebih murah dibanding LPG dan tidak perlu mengganti kompor," ujar Bahlil, Rabu (1/7/2026).

Terlepas dari klaim efisiensi tersebut, publik kini menyoroti durabilitas dan keamanan penggunaan tabung komposit hasil perakitan luar negeri untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung