Repelita Jakarta - Sebuah tayangan diskusi yang diunggah oleh kanal YouTube Pejuang Keadilan menampilkan pandangan kritis dari Syahganda Nainggolan bersama Hendri Satrio mengenai dinamika kekuasaan di lingkungan Istana.
Dalam video di kanal YouTube Pejuang Keadilan tersebut, Syahganda Nainggolan melontarkan pernyataan mengenai wacana mencampakkan atau mengganti Gibran Rakabuming Raka melalui sidang MPR.
ADVERTISEMENT
Langkah pergantian tersebut dibahas oleh Syahganda Nainggolan karena menilai adanya pihak-pihak yang terus mengejar permasalahan konstitusional terkait ijazah atau cacat sejarah lainnya.
Ia juga menyampaikan pandangan mengenai opsi menjalankan pemerintahan tanpa wakil presiden karena menganggap karakter presiden saat ini adalah karismatik dan seorang solo player.
Melalui diskusi di kanal YouTube Pejuang Keadilan tersebut, Syahganda Nainggolan berharap agar Joko Widodo bisa bertindak secara adil dalam pertarungan menuju tahun 2029.
Hendri Satrio kemudian menanyakan mengenai adanya laporan pergerakan politik atau geliat dari pihak wakil presiden bersama sang ayahanda di dalam struktur kekuasaan.
Menanggapi hal itu, Syahganda Nainggolan menilai wajar jika organ politik mereka terus bergerak memaksimalkan pengaruh melalui jaringan dan partai seperti PSI.
Selain itu, diskusi di kanal YouTube Pejuang Keadilan juga membahas prediksi adanya perombakan atau reshuffle kabinet setelah pemerintahan berjalan selama dua tahun.
Syahganda Nainggolan memaparkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini berdasarkan data harian dan bulanan yang dipantau melalui instrumen big data.
Ia mengestimasi tingkat kepuasan publik berada di angka 54 persen, yang didasarkan pada rekaman percakapan masyarakat di berbagai platform media sosial.
Lebih lanjut, Syahganda Nainggolan menyebut jika indikator tersebut dipisah, tingkat kepuasan terhadap figur Prabowo Subianto secara personal bisa mencapai 70 persen.
Sementara itu, ia menyatakan persentase untuk Gibran Rakabuming Raka berada di sekitar angka 30 persen jika dilakukan pembagian dari total angka kepuasan tersebut.
Di akhir tayangan kanal YouTube Pejuang Keadilan, Syahganda Nainggolan kembali menegaskan pendapatnya agar posisi wakil presiden disingkirkan dari struktur pemerintahan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok