Repelita Jakarta - Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo kini kembali menjadi pusat perhatian publik akibat pernyataan seorang aktivis media sosial bernama Chusnul Chotimah.
Sorotan tajam ini mencuat setelah tersebarnya sebuah rekaman video pada perayaan hari jadi ke-81 Tentara Nasional Indonesia di wilayah ibu kota yang berlangsung pada hari Senin, 5 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Melalui cuplikan gambar tersebut, Kepala Negara tampak lebih aktif bercakap-cakap dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono daripada dengan Joko Widodo.
Kejadian di panggung utama tersebut diartikan oleh Chusnul Chotimah sebagai sinyal adanya pergeseran sikap politik dari pihak Prabowo Subianto terhadap Joko Widodo.
Lebih lanjut, ia mengaitkan dinamika tersebut dengan beragam isu politik hangat yang sebelumnya menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Setelah Gibran, kini Jokowi yang dicuekin Prabowo. Anak bapak kena karma," kata Chusnul Chotimah, Senin (5/10/2026).
Opini personal dari sang aktivis tersebut murni lahir dari interpretasinya terhadap potongan video yang beredar di jagat maya.
Sejauh ini, tidak ditemukan adanya konfirmasi resmi yang membenarkan kabar bahwa pihak istana atau Prabowo Subianto sengaja menjauh dari Joko Widodo.
Bukan hanya itu, perhatian Chusnul Chotimah juga menyasar komunitas pendukung setia Joko Widodo yang kerap dijuluki dengan istilah tertentu dalam peta persaingan politik.
Dirinya menilai bahwa kelompok loyalis tersebut tidak semestinya merespons secara berlebihan mengenai dugaan perubahan sikap yang terlihat selama upacara militer tersebut.
"Termul dipersilahkan ngamuk, nangis, marah-marah, guling-guling juga nggak masalah. Saya suka lihat kalian menderita.🤗😊," kata Chusnul Chotimah.
Ujaran tajam tersebut menjadi bumbu pelengkap dalam riuhnya ruang diskusi publik mengenai arah kemitraan para tokoh bangsa pasca-pergantian kepemimpinan nasional.
Di sisi lain, perayaan ulang tahun korps berbaju loreng yang digelar di Lapangan PRIMA Mabes TNI Jakarta tersebut juga diisi dengan agenda penyampaian apresiasi mendalam oleh Presiden.
Secara khusus, Prabowo Subianto mengutarakan rasa hormatnya kepada seluruh anggota keluarga besar para prajurit yang setia mendampingi tugas negara.
"Untuk itu sekali lagi, saya menyampaikan salam dan terima kasih kepada istri-istri para prajurit," kata Presiden pada HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan bagi para suami yang beristrikan anggota militer, serta anak-anak hingga orang tua para personel.
Bagi mantan Danjen Kopassus tersebut, pihak keluarga merupakan pilar penting yang senantiasa menanti dengan cemas atas kepulangan para abdi negara dari medan penugasan.
Dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh personel pertahanan dinilai sebagai sebuah pengorbanan luar biasa yang turut dirasakan oleh keluarga di rumah.
Terkait hal tersebut, pihak eksekutif berkomitmen penuh untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para anggota militer aktif beserta tunjangan domestik mereka.
Fasilitas mendasar seperti akses kesehatan yang layak serta jaminan pendidikan bagi anak-anak tentara menjadi prioritas utama yang dijanjikan pemerintah.
Prabowo Subianto juga mengingatkan bahwa sebagai benteng pertahanan rakyat, kehidupan para prajurit tidak boleh memiliki jurang pemisah yang terlampau jauh dari kondisi sosial masyarakat.
Pesan moral tersebut diselaraskan dengan jargon utama peringatan tahun ini yang mengusung semangat kemanunggalan antara militer dan warga sipil.
"Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia," kata Presiden kepada para prajurit dilansir Antara.
Lebih dalam lagi, ia menegaskan bahwa pundak setiap prajurit memikul kedaulatan, martabat, serta kemerdekaan penuh bagi kelangsungan hidup bangsa.
"Tugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu," ujarnya.
Pemimpin tertinggi angkatan perang tersebut turut memuji kesigapan korps dalam membantu evakuasi serta penanggulangan berbagai bencana alam di daerah.
Ia meminta agar institusi pertahanan ini selalu menjaga nilai-nilai kerakyatan dan tidak menjaga jarak dengan masyarakat luas.
Adapun pergelaran upacara parade kali ini diramaikan oleh kehadiran sebanyak 3.378 personel gabungan dari matra darat, laut, hingga udara.
Selain komponen utama, barisan upacara juga diisi oleh unsur Komponen Cadangan serta anggota kepramukaan.
Dalam rangkaian acara formal tersebut, diresmikan pula berdirinya 204 satuan baru di lingkungan militer termasuk di antaranya enam komando daerah militer regional.
Sementara perdebatan mengenai video interaksi para pemimpin bangsa di media sosial terus bergulir liar menjadi konsumsi politik harian publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok