Repelita Jakarta - Sosok Vicky Katiandagho, seorang anggota kepolisian, tiba-tiba ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial setelah memutuskan mundur dari institusi tempatnya bertugas.
Sebelumnya, Vicky dikenal luas sebagai polisi yang berani menangani berbagai kasus besar, termasuk perkara korupsi yang cukup sensasional di wilayah hukumnya.
ADVERTISEMENT
Namun, setelah sempat mengalami mutasi yang dilakukan oleh atasannya, ia akhirnya mengambil keputusan sulit untuk mengundurkan diri dari pengabdiannya sebagai aparat penegak hukum.
Sebelum keputusan penting itu diambil, Vicky yang memiliki pangkat Aipda sempat bertugas di Polres Minahasa, Sulawesi Utara, lalu dipindahkan ke Polres Talaud yang berada di wilayah kepulauan.
Kini Vicky resmi mengakhiri masa pengabdiannya di institusi kepolisian setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang dan penuh tantangan.
Dirinya juga sempat membagikan sebuah video perpisahan yang diabadikan di halaman kantor Polda Sulawesi Utara melalui akun Instagram miliknya.
Dalam unggahan video tersebut, Vicky yang ditemani oleh putri kesayangannya terlihat meninggalkan gedung kantor Polda Sulawesi Utara dengan langkah mantap.
Sebelum benar-benar meninggalkan lokasi, ada sebuah momen menyentuh yang terekam dalam video itu yang menunjukkan Vicky sempat menuju lapangan upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada bendera Merah Putih.
Setelah memberi hormat, ia langsung bersujud di hadapan bendera yang berkibar megah di halaman kantor Polda Sulawesi Utara sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
Vicky juga terlihat tidak kuasa menahan tangis haru saat momen perpisahan yang penuh emosi tersebut berlangsung.
Ia sempat memanggil putrinya untuk mendekat, lalu memeluk tubuh sang anak sambil menyembunyikan wajahnya yang basah di belakang punggung putrinya.
Setelah momen haru itu usai, Vicky terlihat menggandeng erat tangan putrinya dan berjalan perlahan meninggalkan kawasan kantor Polda Sulawesi Utara untuk selamanya.
Video yang diunggah Vicky pada Rabu, 1 April 2026, itu juga disertai dengan tulisan salam perpisahan yang ditujukan kepada rekan-rekannya di tempat dia pernah bertugas.
“Terima kasih Polda Sulut, Terima kasih Polres Minahasa, terima kasih Polres Kepulauan Talaud. Terima kasih ZAZG,” tulis dia dalam keterangan unggahan tersebut.
Dalam caption yang sama, Vicky juga menuliskan kalimat menyentuh hati yang mengundang simpati dari para pengguna media sosial yang membaca unggahannya.
Dia menyebut bahwa meskipun raganya sudah tidak lagi menjadi anggota kepolisian, namun jiwa Bhayangkara akan selalu melekat erat dalam jiwanya sepanjang masa.
Pernyataan ini secara jelas mencerminkan komitmen dan loyalitasnya yang mendalam terhadap nilai-nilai pengabdian meskipun dirinya sudah tidak aktif lagi menjadi anggota Polri.
“Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I ❤️ KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.I Quit,” tulis dia dalam unggahan tersebut.
Sontak saja unggahan yang penuh emosi tersebut langsung menuai banyak komentar dari beragam kalangan pengguna media sosial di berbagai platform.
Tak sedikit dari publik yang menyatakan rasa empati dan dukungannya terhadap sosok Vicky yang berani mengambil keputusan berani demi prinsip yang diyakininya.
“Menjadi manusia terhormat, tidak harus menyandang pangkat dan mengenakan seragam,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar.
“Ya allah lancarkan rezekinya dan keluarganya dimanapun mereka berada,” kata netizen lainnya yang turut mendoakan.
“Alm jendral hoegeng pasti bangga punya kader kepolisian seperti anda ndan,” komentar netizen lainnya yang membandingkan Vicky dengan sosok legendaris Kepolisian Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok