Repelita [Jakarta] - Sorotan publik mengenai eksistensi dan pengaruh pimpinan organisasi kemasyarakatan di Indonesia kembali mengemuka di platform media sosial.
Ulasan mengenai rekam jejak mobilisasi massa oleh kepemimpinan GRIB tersebut diunggah oleh akun @jaketkulitra
ADVERTISEMENT
pada tanggal 29 Agustus 2026.
Pemilik akun mengulas kembali momen ketika pimpinan ormas memamerkan kemampuannya dalam mengerahkan massa dalam jumlah besar hanya melalui komunikasi telepon.
Perkembangan wacana publik tersebut disampaikan oleh @jaketkulitra
dengan membagikan narasi, "๐ VIRAL PERNYATAAN TENTANG KEKUATAN MASSA KEMBALI DISOROT Pernyataan pimpinan ormas GRIB mengenai kemampuan memobilisasi ribuan anggota lewat telepon memicu sorotan publik pada Juni 2023. Sebagian pihak menganggap hal ini simbol loyalitas. Namun, sebagian lainnya cemas akan potensi gesekan sosial di lapangan. Fenomena ini membuka debat baru terkait batasan kebebasan berorganisasi dan hukum negara. Aturan resmi institusi tetap wajib menjadi panglima tertinggi demi kedamaian.".
Pernyataan pimpinan ormas tersebut dinilai memicu debat hangat terkait batas kebebasan berorganisasi dan Supremasi hukum di tengah masyarakat.
Unggahan mengenai kekuatan massa tersebut lantas memancing beragam tanggapan tajam serta emosional dari netizen di kolom komentar.
Tudingan keterkaitan tokoh politik dengan pemeliharaan kelompok preman disampaikan oleh akun @the_iyudz
pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui cuitannya, "Ormas peliharaan wowo , emang tjuannya untuk ginian.. pelihara preman๐".
Sindiran atas klaim kekuasaan ormas dituliskan oleh akun @dye_artie
pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan komentar, "HALAH TIDAK ADA ORG KUAT ATAU SAKTI KALAU MASIH MAKAN NASIII ,KALAU MASIH NAPAK TANAH !!!".
Seruan keras menuntut pembubaran ormas dilontarkan oleh akun @andrianrosiano
pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui tulisan, "JIHAD....HALAL DARAHNYA....HERCULES HARUS MATI ORMASNYA HARUS BUBAR".
Pesan perlawanan rakyat terhadap kelompok ormas diutarakan oleh akun @om_bro_iskandar
pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan cuitan, "Rakyat BERSATU HANCUR KAU ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ".
Ungkapan keberanian warga lokal disampaikan oleh akun @ichwan2170
pada tanggal 29 Agustus 2026 yang menuliskan, "Anak Betawi kaga Ade takutnye bos".
Cuitan keberanian tersebut kemudian ditanggapi secara panjang lebar oleh akun @daeng.wesly
pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan komentar, "Kata siape kaga Ade takutnya...makan nasi kalee yg kaga takuuut.. jaman skrng ini yg di takutin cuma satu ALLAH sang pencipta langit,bumi dn seluruh isinya,kena penyakit diabet/struck aje baru tobat tobet mau insaf dn segalanya๐ฅ๐๐๐ ๐๐คฃ๐preeett... gw ini sdh Ade di jakarte dr 1977 Udeh tau sejarahnye nyali individu dn nyali keroyokan cuman bacot congor gede doangan.. entoooong...kecap๐".
Ungkapan keyakinan atas kekuasaan Tuhan dilontarkan oleh akun @a.zaky.26
pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui tulisannya, "Kalo gua bilang gua punya Allah anak buah lu bisa apa les?๐".
Kritik terhadap kelemahan penegakan hukum negara disampaikan oleh akun @aguz.we
pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan komentar, "Haha negara takut sama ormas sampah".
Perdebatan mengenai keberadaan ormas di media sosial tersebut diakhiri dengan pertanyaan dari akun @shobry11
pada tanggal 29 Agustus 2026 yang menuliskan, "seterang benderang ini kok dibiarin".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads