Repelita Jakarta - Keluhan mendalam dari kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah kembali mencuat terkait beban pungutan finansial yang dirasa kian menjepit.
Para pemilik modal mandiri mengeluhkan maraknya tindakan penarikan dana sepihak dari oknum tertentu saat roda bisnis mereka mulai berkembang maju.
ADVERTISEMENT
Kondisi pasar yang tidak seramai beberapa tahun lalu membuat para pedagang kecil kesulitan untuk menutup biaya operasional harian mereka.
Beban tagihan yang terus berjalan membuat sebagian pelaku usaha terpaksa mengambil keputusan pahit dengan menghentikan aktivitas perdagangan mereka secara total.
Informasi mengenai keluh kesah para pelaku usaha mandiri tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @zaldyrizkyy pada 3 Oktober 2026.
Dalam unggahan media sosial itu tertulis pernyataan persis yaitu "UDAH NGGK MODALIN , giliran usaha naik dan sukses tiba2 datang minta uang kyk preman .. harusnya tulisannya di ganti objek ini blum bayar gaji untuk ani2 dan gaya hidup pejabat 🥲".
Pihak pengunggah materi juga menyertakan harapan agar aspirasi serta kesulitan para pedagang kecil bisa segera mendapat perhatian dari pemangku kebijakan.
Pesan lanjutan dikirimkan oleh pemilik akun @zaldyrizkyy pada 4 Oktober 2026 dengan menulis kalimat asli yaitu "mudah2an mungkin dengan jalur langit doa kita bisa di dengar 🙏😊".
Curahan hati bernada serupa juga disampaikan oleh sesama pelaku usaha yang merasakan dampak langsung dari lesunya kondisi perekonomian saat ini.
Akun bernama @jengbilqist ikut membagikan pengalaman pahitnya pada 4 Oktober 2026 melalui tulisan kutipan persis yaitu "Aku udah mengalami sendiri ☹️ Dan akhirnya ku tutup saja usahaku ini ☹️🥺, gak sanggup bayaaarr.. jualan gak serame jaman dulu tapi msh dianggap terhitung hutang😩☹️ ya Allah😩😩😭".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads