Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Mural Logo Kemerdekaan Berisi Sindiran Satire Pancing Perdebatan Warganet di Media Sosial

Repelita.id

06 August 2026 22:56 WIB

[VIRAL] Mural Logo Kemerdekaan Berisi Sindiran Satire Pancing Perdebatan Warganet di Media Sosial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unggahan tayangan video yang memperlihatkan karya mural bertema peringatan hari kemerdekaan Indonesia mendadak menyita perhatian warganet di jejaring media sosial.

Visualisasi seni pada permukaan datar tersebut tampak mengadaptasi bentuk simbol peringatan ulang tahun republik namun telah diubah dari rancangan aslinya.

ADVERTISEMENT

Elemen berupa angka delapan memuat gambaran perawakan tubuh berisi, sedangkan angka satu di sampingnya menampilkan siluet tubuh yang cenderung ramping.

Pada bagian alas gambar tertera deretan kata yang berbunyi “Indonesia Berdaulat Adil untuk yang Makmur”.

Kehadiran karya jalanan itu memancing timbulnya bermacam pandangan dari kalangan pengguna internet.

Sejumlah warga net menanggapinya sebagai bentuk penyampaian aspirasi sindiran politik yang disalurkan lewat media visual.

Beberapa pihak lain memandangnya sekadar luapan kreativitas tanpa muatan pesan khusus yang mengarah pada sosok pimpinan negara.

“Menyala mural ini. Saternya kena Wowo Vs Lidi,” tulis seorang warganet.

“Itu fakta bukan kritik,” tulis warganet lain.

Hingga saat ini belum ada keterangan langsung dari pembuat karya mengenai maksud pesan yang dituangkan serta titik lokasi keberadaan mural tersebut.

Di sisi lain, perancang asli simbol peringatan kemerdekaan nasional Fajar Novario sempat membeberkan makna di balik karya orisinalnya.

Desainer asal Sumatra Barat itu menyebut perancangan simbol dilakukan melalui kalkulasi teknis serta makna mendalam.

Keterhubungan antar garis pada susunan angka melambangkan semangat kebersamaan dan pertumbuhan menuju arah yang setara.

Lengkungan khusus pada susunan angka disisipkan guna memastikan keterbacaan simbol secara jelas oleh publik.

"Takutnya kebacanya 87. Jadi aku ambil dua poin jadi counternya. Yang pertama, takutnya kebaca 87. Yang kedua, supaya dia lebih jelas terbaca 81," kata Fajar.

Pendekatan rancangan visual tersebut turut menggali kekayaan ragam kebudayaan daerah untuk mencerminkan persatuan bangsa. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung