Repelita Jakarta - Seorang pengguna platform X bernama Mat Sotoy menyebut Indonesia saat ini sedang diobral dalam konteks hubungan strategis dengan Amerika Serikat, di saat sejumlah kawasan dunia mulai menjaga jarak dengan AS .
“Ketika Eropa, negara-negara Teluk, Amerika-Selatan hingga Afrika menjauh, Indonesia malah mendekat ke AS," ujar akun tersebut dikutip pada Senin (13/4/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menyinggung rencana pertemuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan tokoh AS Pete Hegseth yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 15 April 2026 .
“Akan ada kesepakatan pada 15 April 2026, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketemu dengan Pete Hegseth di Washington," tukasnya .
Menurutnya, potensi kesepakatan yang dibahas bukan sekadar kerja sama biasa melainkan pemberian blank cheque ke AS untuk menggunakan wilayah udara Indonesia .
“Jika disepakati, ini bukan cuma kerja sama militer biasa, tapi pemberian ‘blank cheque’ ke AS untuk menggunakan wilayah udara Indonesia," imbuhnya .
Ia mengungkapkan adanya usulan skema bernama Blanket Overflight Clearance di mana Indonesia memberikan izin terbang massal untuk semua pesawat militer AS .
“Usulan AS adalah, Blanket Overflight Clearance. Indonesia memberikan izin terbang massal untuk semua pesawat militer AS. Artinya, pesawat AS tidak perlu mengajukan izin satu per satu setiap mau melintas," jelasnya .
Lebih lanjut, ia menilai mekanisme yang digunakan akan mengurangi kontrol Indonesia karena sistemnya bersifat notification-based, bukan permohonan .
“Notifikasi, Bukan Permohonan, sistemnya adalah notification-based. AS cukup memberi tahu, bukan minta izin, bahwa pesawat mereka mau lewat," dia menuturkan .
“Begitu terus sampe ada pemberitahuan pembatalan dari AS. Ini artinya menghilangkan kendali Indonesia atas lalu lintas udara militernya sendiri," tambahnya .
Ia juga menaruh perhatian pada cakupan izin yang dianggap terlalu lentur karena diberikan untuk contingency operations, crisis response missions, dan mutually agreed exercise-related activities .
“Ruang Lingkup Luas, izin ini diberikan untuk contingency operations, crisis response missions, and mutually agreed exercise-related activities," jelasnya .
“Frasa contingency operations dan crisis response ini sangat lentur dan bisa dimaknai macam-macam, termasuk operasi militer besar," sambung dia .
Selain itu ia menyinggung rencana pembentukan hotline langsung antara US Pacific Air Forces dan pusat operasi udara Indonesia .
“Jalur Panas (Hotline), disebutkan juga pembentukan hotline langsung antara US Pacific Air Forces (PACAF) dan pusat operasi udara Indonesia," bebernya .
Lebih jauh, Mat Sotoy membandingkan kondisi tersebut dengan pengalaman negara-negara di kawasan Teluk yang ditempatkan AS dalam bahaya .
“Kita sudah lihat bagaimana AS menempatkan negara-negara sekutunya di Teluk berasa dalam bahaya. Mereka tak diberitahu, lalu harus menerima konsekuensi tindakan AS-Israel ke Iran," tandasnya .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok