Repelita Jakarta - Gelombang polemik sosiopolitik baru mewarnai jalannya persidangan pembuktian administrasi kelulusan mantan Presiden Joko Widodo di lembaga peradilan Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
Aksi pengawalan massal oleh barisan loyalis yang sempat dipamerkan di selasar gedung pengadilan dicurigai merupakan hasil rekayasa mobilisasi massa faksi Solo.
Rentetan kejanggalan pengondisian rombongan warga sipil asal daerah penyangga ibu kota tersebut dibongkar secara transparan melalui ulasan takarir media sosial Threads.
Laporan digital yang memancing perhatian belasan ribu pasang mata itu diunggah oleh akun suara.pembaruan pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.
"Sebuah unggahan di Threads mengungkap kisah rombongan ibu-ibu asal Mauk, Tangerang, yang disebut diajak jalan-jalan, tetapi justru dibawa ke PN Jakarta Timur untuk mengawal Jokowi.
Pemilik akun @suhada.alisyarali juga mengklaim rombongan tersebut dijanjikan uang Rp50.000, tetapi tidak diberikan.
Klaim ini ramai diperbincangkan setelah sidang kesaksian Jokowi pada Kamis (5/11/2026)," tulis akun suara.pembaruan memaparkan rincian temuan fakta siber.
Langkah penipuan kultural bermodus rekreasi palsu demi meramaikan atmosfer kehadiran mantan presiden itu segera memicu reaksi sinis serta kegeraman dari warganet.
Para koordinator lapangan dituding tega mengeksploitasi keluguan rakyat kecil demi membangun ilusi persepsi sosiologis mengenai tingginya pesona figur pasca-purnatugas.
"TERNYATAAAH... CUMA 50 RB HAHA.. RELAWAN PALSU DAN MAHASEWA BUNDERAN HI SAMA YAA HARGANYA CUMA 50 RB HAHAHA.
Kasihan ibu jadi korban jalan jalan palsu.
Oleh pasukan mak mak untuk meramaikan Kehadiran Jokowi di PENGADILAN Kasihan Belum Dikasih Makan oleh Korlap Termul," bunyi sahutan tanpa pengubahan dari akun dewinta.2025, arsadyem, dan nurmayon di kolom respons digital.
Praktik pengumpulan massa bayaran dengan tarif murah tersebut dinilai mencederai asas kemandirian gerakan sipil di tengah bergulirnya pusaran perkara hukum kontroversial nasional.
Masyarakat siber mendorong aparat penegak hukum turut menyelidiki aliran dana kompensasi unjuk rasa tersebut guna menguji keterkaitannya dengan aset faksi Solo yang bermasalah.
Hingga saat ini, proses pembuktian materiil sengketa ijazah sarjana kehutanan UGM masih terus berjalan dinamis di bawah pengawalan ketat aparat keamanan gabungan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads