Repelita Jakarta - Kritik keras dan terbuka kembali dilayangkan oleh Gus Nur melalui unggahan video di kanal YouTube Esensi Politika ID pada Rabu 30 September 2026.
Sorotan tajam tersebut ditujukan kepada seorang tokoh publik yang sering meneriakkan isu keadilan namun keabsahan ijazah pendidikannya terus dipertanyakan publik.
ADVERTISEMENT
Tokoh kontroversial itu dinilai sebagai sosok pembohong serta munafik yang memiliki banyak catatan cacat moral di hadapan masyarakat luas.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan oleh Gus Nur dengan menyatakan, hei ijazahmu mana hei manusia ini di mata saya pembohong pendusta munafik penipu ya perusak dan manusia ini banyak kasusnya.
Sorotan utama diarahkan pada ketidakhadiran tokoh tersebut dalam setiap agenda persidangan meskipun persoalan hukum ijazahnya telah berulang kali bergulir.
Ironisnya, banyak anak bangsa yang justru harus mendekam di dalam penjara akibat polemik hukum yang berkaitan dengan tokoh tersebut.
Kritik pedas atas mangkirnya sang tokoh dari proses peradilan ditegaskan kembali oleh Gus Nur secara lugas tanpa keraguan.
Gus Nur melontarkan sindiran keras dengan menyatakan, anehnya orang ini enggak pernah masuk ke pengadilan enggak pernah datang ke pengadilan lah kan padahal gara-gara ijazahnya orang ini banyak anak bangsa dipenjara dicekal diborgol macam-macam tapi giliran sidang gak pernah datang.
Tokoh kontroversial itu selalu berdalih akan hadir di persidangan apabila dipanggil secara resmi oleh majelis hakim maupun undang-undang yang berlaku.
Namun, alih-alih memenuhi panggilan pengadilan, yang bersangkutan justru sibuk menghadiri berbagai kegiatan seremonial dan kunjungan ke berbagai tempat lain.
Gus Nur turut menyindir para pendukung fanatik yang selalu membela dengan alasan bahwa pimpinan mereka akan segera hadir di ruang sidang.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa jadwal persidangan selalu dilewatkan dengan memilih agenda lain yang tidak berkaitan dengan proses hukum tersebut.
Sikap mangkir dari persidangan ini dinilai sangat kontras dengan keberanian sang tokoh yang justru memamerkan keanggotaan partai politik baru-baru ini.
Gus Nur mempertanyakan kewarasan tindakan pamer kartu anggota partai politik di tengah polemik ijazah akademik yang belum kunjung selesai.
Kejengkelan atas sikap pamer atribut partai tersebut diungkapkan oleh Gus Nur dengan pernyataan yang sangat menohok.
Gus Nur menegaskan kritiknya dengan menyatakan, baru-baru ini dia menunjukkan dengan bangganya menunjukkan kartu tanda anggota partai ah ini lebih gila lagi nunjukkan ijazahnya enggak berani nunjukkan kartu anggota partainya malah berani dengan bangga ini kartu anggota partai saya nih tanda anggota partai saya hei ijazahmu mana hei.
Publik diingatkan agar tidak terkecoh oleh pencitraan politik di tengah karut-marut persoalan moral dan keabsahan dokumen pendidikan yang merugikan banyak pihak. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok