Repelita Jakarta - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen Lukas Luwarso mengungkit spekulasi keberadaan kesepakatan rahasia antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo usai perantian kepemimpinan nasional.
Isu yang berkembang luas di tengah publik menghembuskan dugaan bahwa Prabowo hanya bakal memegang tampuk kekuasaan selama dua tahun saja sebelum menyerahkan posisinya.
ADVERTISEMENT
Walau kabar angin tersebut belum teruji kebenarannya Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani sempat menegaskan kesiapan seluruh kader untuk kembali mengusung Prabowo pada ajang Pemilu 2029.
Lukas memandang langkah penegasan dukungan tersebut terasa tidak lazim karena diumumkan terburu-buru ketika masa jabatan baru berjalan hitungan bulan.
"Makanya ada satu settingan agar di ulang tahun ke-17 itu... waktu itu diumumkan ketua panitianya atau Sekjennya bahwa Prabowo akan maju lagi tahun 2029," ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (5/8).
Mantan pimpinan organisasi pers itu menyoroti kontrasnya pengumuman tersebut dengan kabar burung yang beredar di balik layar pemerintahan.
"Padahal yang beredar adalah ada kesepakatan Prabowo hanya akan bertahan maksimal 2 tahun... Rumor yang beredar. Kita enggak pernah tahu itu benar atau tidak," imbuhnya.
Gema isu pembatasan masa jabatan ini sebelumnya juga pernah diutarakan oleh pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie yang mengklaim mendengar langsung skenario tersebut dari Rosan Roeslani.
Dalam pengakuannya Connie menyebutkan bahwa kepemimpinan Prabowo dirancang singkat sebelum dilanjutkan oleh Gibran Rakabuming Raka.
"Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran," kata Connie.
Keterangan tersebut langsung disanggah keras oleh Rosan Roeslani yang menegaskan narasi pembatasan durasi dua tahun justru bersumber dari pernyataan Connie pribadi.
Rosan membeberkan bahwa perbincangan mengenai skenario dua tahun serta spekulasi keselamatan Prabowo dilontarkan oleh Connie dalam pertemuan mereka.
"Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu," ujar Rosan dalam konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan.
Pihaknya mengaku langsung menepis perbincangan tersebut karena dinilai sama sekali tidak masuk akal serta tidak pantas dibahas.
"Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," lanjutnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok