Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Lambang Garuda Tak Sesuai Kaidah, BRIN Minta Maaf setelah Unggahannya Dirujak Netizen X

Repelita.id

02 June 2026 21:28 WIB

[VIRAL] Lambang Garuda Tak Sesuai Kaidah, BRIN Minta Maaf setelah Unggahannya Dirujak Netizen X
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Jagat digital dihebohkan oleh publikasi visual lambang negara yang keliru dari instansi riset strategis milik pemerintah.

Visualisasi simbol negara yang dinilai cacat desain tersebut awalnya disebarluaskan dalam rangka memeriahkan momentum hari besar ideologi nasional.

ADVERTISEMENT

Merespons riuhnya kecaman dari publik, lembaga keilmuan negara ini segera menyampaikan pernyataan resmi berisi penyesalan mendalam.

Pernyataan bersalah tersebut disiarkan secara terbuka via platform X https://x.com/BRIN_Indonesia pada hari Senin tanggal 1 Juni pasca-tengah hari.

Otoritas terkait membenarkan adanya kekeliruan fatal pada infografis burung lambang negara yang sempat mengudara di lini masa mereka.

Manajemen internal berdalih faktor kelalaian tim kreatif menjadi bahan evaluasi serta koreksi mendasar bagi institusi ke depan.

"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan." kata BRIN.

Komitmen pengetatan pengawasan juga dijanjikan oleh pihak humas agar proses produksi pesan visual di masa depan tidak lagi meleset dari aturan.

Sebagai wujud nyata dari tanggung jawab moral, berkas digital yang memuat kekeliruan struktural itu kini telah direvisi total.

Apresiasi tinggi turut dialamatkan kepada warga net yang telah menjalankan fungsi pengawasan sosial secara kritis demi marwah lambang negara.

Pada awalnya, badan riset nasional tersebut mengedarkan poster digital ucapan selamat hari sakral nasional pada Senin tanggal 1 Juni pagi hari.

Pengguna internet langsung membanjiri kolom komentar dengan nada protes keras atas ketidakakuratan anatomi burung mistis tersebut.

Kritik tajam bermunculan lantaran visualisasi yang ditampilkan dinilai menabrak aturan baku undang-undang lambang negara.

Komponen helai bulu pada bagian kepakan sayap serta bagian buritan ekor terlihat ganjil dan tidak sinkron dengan pakem aslinya.

Muncul dugaan kuat di kalangan pengguna platform digital bahwa pembuatan gambar tersebut sekadar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara instan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung