Repelita Jakarta - Kasus alih fungsi kawasan hutan secara sepihak kembali memicu kontroversi dan menjadi sorotan tajam di wilayah Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
Persoalan mengenai pemanfaatan area sisa kabut asap tersebut diunggah oleh akun @mudamudi.sekayu pada Senin, 26 Oktober 2026.
Temuan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas perkebunan komoditas di atas wilayah yang sebelumnya hangus dilalap api.
Berdasarkan narasi unggahan tersebut, "Baru tau lur, lahan gosong bekas karhutla 10 hektar di Sumsel ini sekarang jadi kebun sawit!"
Selain itu, pengerjaan proyek penataan struktur tanah untuk areal pembibitan terpantau terus berjalan secara masif.
Melalui postingan itu dijelaskan, "Pantauan video yang beredar, terlihat hamparan lahan berwarna hitam bekas terbakar yang kini sudah ditanami bibit sawit. Di sisi lahan terlihat pohon-pohon bekas terbakar dan alat berat yang meratakan lahan untuk tapak timbun."
Hingga saat ini, keabsahan aspek hukum operasional pengerjaan lahan komersial tersebut masih belum dapat dipastikan secara gamblang.
Keterangan penutup unggahan menuliskan, "Belum diketahui secara pasti status perizinan dan kapan peristiwa kebakaran lahan tersebut terjadi. Gimana menurut kamu lur? Muda Mudi Sekayu Melaporkan"
Peredaran video tersebut langsung memicu kemarahan publik serta memantik desakan penegakan hukum dari kalangan warganet.
Warganet melalui akun @romayani176 meminta pengusutan tuntas kepemilikan aset dengan menuliskan tanggapan emosional yang panjang.
Komentar protes itu berbunyi, "Usutlah. Apalagi itu dibakar yang menyumbangkan asap di Sumsel. Buat banyak orang sesak napas. Usut punya siapa, status tanah. Masa gak dihukum? Ah hukum yg lembek. Pantau kelanjutannya. Viralin. Gak viral gak ada keadilan."
Di sisi lain, kelalaian tata kelola bencana lingkungan ini dinilai netizen sebagai kegagalan sistem administrasi pemerintahan pusat.
Kritik bernada kekecewaan politik disampaikan oleh akun @arif_senai dengan menuliskan komentar singkat, "Gara² Salah Pilih Pemerintah Gemoy 🥺"
Aksi protes berupa ajakan untuk melakukan tindakan fisik secara sepihak juga mulai disuarakan oleh warganet lain.
Seruan pencabutan paksa tanaman perkebunan tersebut dilontarkan oleh akun @okielnesta dengan menuliskan tanggapan, "Cabutt lagi sawit nya... gerakan saat menjelang fajar..."(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads