Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kode Dari Prabowo Jauh Jauh Hari Presiden Prabowo Peringatkan Oknum Jenderal Jangan Merasa Lebih Hebat dari Pemerintah NKRI

Repelita.id

04 November 2026 15:44 WIB

[VIRAL] Kode Dari Prabowo Jauh Jauh Hari  Presiden Prabowo Peringatkan Oknum Jenderal Jangan Merasa Lebih Hebat dari Pemerintah NKRI
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketegangan di internal pimpinan lembaga pertahanan negara semakin meruncing pasca-terbongkarnya skandal intersepsi komunikasi siber yang melibatkan mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

ADVERTISEMENT

Situasi politik kenegaraan tersebut memicu reaksi keras dari kepala negara yang menegaskan komitmen penegakan marwah hukum tertinggi di hadapan jajaran perwira tinggi militer.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala bentuk pergerakan sekelompok oknum yang dinilai berupaya merongrong legitimasi kedaulatan hukum nasional.

Kepala negara menegaskan posisi pribadinya yang akan bertindak secara objektif layaknya seorang pengadil di tengah gesekan kepentingan taktis para jenderal bersenjata.

Kabar seputar pidato peringatan keras dari pimpinan tertinggi negara ini sebelumnya diunggah oleh akun @afterdush9999 pada tanggal 4 November 2026 di linimasa media sosial pribadinya.

Melalui deskripsi narasi yang dibagikan ke ruang siber tersebut, akun @afterdush9999 memaparkan kutipan pernyataan tegas dari sang presiden mengenai ketetapan status hukum para jenderal.

Kutipan isi pidato resmi yang disampaikan oleh kepala negara tersebut tertulis asli berbunyi seperti berikut:

"Prabowo Menegaskan : dia kira dia bisa lebih hebat dari pemerintah NKRI . Ayouk kita adu kekuatan, nanti akan ada PERTANDINGAN DARI JENDRAL-JENDRAL dan saya wasitnya. Apakah jendral dari TNI, POLISI, ataukah MANTAN JENDRAL. Hati2, saya kasi peringatan. Tidak ada alasan, kami akan bertindak atas nama RAKYAT !!"

Unggahan video serta kutipan komitmen ketegasan hukum dari presiden tersebut seketika memicu gelombang respons serta perdebatan sengit di kalangan warga siber.

Salah satu penolakan keras untuk memberikan dukungan terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini datang dari pengguna internet dengan nama akun @faridfachrurrozi7.

Melalui ketikan di kolom respons, akun @faridfachrurrozi7 menyampaikan ulasan keberatannya secara berapi-api dengan menuliskan kalimat asli, "Apa....? Dukung pemerintah....? Tidak mau...! Sumber masalah dinegara ini adalah pemerintah sendiri...!!".

Sikap sinis dari salah satu warganet tersebut langsung memancing respons balasan dari pemilik konten utama melalui akun @afterdush9999 untuk menyanggah balik kritik tersebut.

Penulis unggahan utama membalas komentar di kolom respons dengan menuliskan kalimat pendek asli bernada ketus, "Rakyat kayak elu juga jdi sumber masalah. Masalah kecil setaik kuku 🤣".

Sementara itu, akun @bintifahmi7 memilih untuk bersikap netral dan memosisikan diri sebagai pemantau jalannya persaingan antar-elite dengan mengetik ulasan asli, "Wuih seru ini jgn di pisahin kita rakyat nonton aje😂😂😂".

Tanggapan senada mengenai keberhasilan taktis presiden dalam mengontrol jalannya dinamika konflik internal para perwira turut ditulis oleh akun @muhammad524797.

Netizen tersebut meninggalkan ulasan tertulis singkat di kolom komentar dengan mengetik kalimat, "Pa prabowo sukses jadi wasit pertandingan jenderal2🤣🤣🤣🤣".

Sebagai penutup perdebatan, ulasan analisis mendalam mengenai dampak perang dingin antar-kelompok kekuasaan terhadap hajat hidup warga sipil disampaikan oleh akun @ridho_tama_666.

Warganet tersebut menyampaikan pandangan kritisnya di kolom diskusi siber dengan mengetik ulasan panjang asli yang berbunyi seperti berikut:

"Mau oslo mau wowo sama aja. Ini perang elit negara yang haus kekuasaan. Dari dulu kasus sadap presiden pun sudah ada, cuma yang sekarang memang benar-benar diusut dengan tujuan saling menjatuhkan. Yang menang jadi raja, yang kalah pasti dijadikan oposisi, tidak ada lawan atau kawan abadi di politik. Dan rakyat kecil tetap saja seperti ini, sejahtera pun tidak."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok







View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung