Berita, Nasional

[VIRAL] Kisah Wahyu Oktavian Iskandar Warga Depok Yang Pilih Jadi Tentara Rusia Demi Ubah Hidup Kesaksian Ketua RW, Yayan Sadar Jadi Tentara Rusia, Bantah Mendaftar sebagai Satpam

Repelita.id

03 September 2026 01:25 WIB

[VIRAL] Kisah Wahyu Oktavian Iskandar Warga Depok Yang Pilih Jadi Tentara Rusia Demi Ubah Hidup Kesaksian Ketua RW, Yayan Sadar Jadi Tentara Rusia, Bantah Mendaftar sebagai Satpam
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keputusan mengejutkan yang diambil seorang warga negara Indonesia bergabung ke dalam barisan militer asing di zona konflik internasional mendadak menyita perhatian luas masyarakat tanah air.

Pria asal Depok bernama Wahyu Oktavian Iskandar alias Yayan memilih merantau demi meninggalkan rekam jejak masa lalu yang kelam serta berniat memperbaiki arah kehidupannya.

ADVERTISEMENT

Data resmi dinas intelijen luar negeri negara yang sedang berkonflik mendeteksi keberadaan sang pemuda sebagai bagian dari rekrutmen prajurit asing yang digalang pihak Moskow.

Dokumen keimigrasian mencatat kepemilikan izin tinggal sah yang dikeluarkan otoritas setempat untuk kurun waktu pertengahan bulan April hingga bulan Agustus tahun ini.

Latar belakang masa muda sang pemuda diwarnai berbagai gejolak kenakalan mulai dari aksi perkelahian hingga penyalahgunaan barang haram sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke luar negeri.

Kesaksian tersebut disampaikan langsung oleh ketua lingkungan setempat bernama Sugeng yang sudah menganggap pemuda kelahiran tahun sembilan puluhan itu selayaknya anak kandung sendiri.

Mengingat kedua orang tua kandung sang pemuda telah lama tiada, sosok ketua rukun warga tersebut selalu menjadi tempat pengaduan sekaligus figur pelindung di wilayahnya.

Rencana besar untuk merantau jauh ke Eropa Timur ternyata sudah dikomunikasikan secara terbuka kepada tokoh masyarakat tersebut jauh hari sebelum keberangkatannya viral di media.

Momen perpisahan diwarnai air mata ketika sang pemuda memeluk erat ayah angkatnya sembari memohon restu serta menegaskan tekad bulatnya untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik.

Nangis-nangis, peluk saya waktu pamit dia bilang ingin berubah, ungkap Sugeng mengisahkan detik-detik terakhir pertemuan mereka sebelum keberangkatan.

Ya karena saya ini sudah seperti ayah angkatnya, saya kasih lah buat di jalan, tambahnya menjelaskan bantuan ongkos seadanya yang diberikan demi kelancaran perjalanan sang anak angkat.

Latar belakang keluarga pemuda tersebut sejatinya tidak jauh dari dunia aparat mengingat mendiang sang ayah merupakan seorang prajurit matra laut sementara kakaknya berprofesi sebagai anggota kepolisian.

Tudingan miring mengenai dugaan tindak pidana perdagangan orang langsung ditepis tegas karena yang bersangkutan sejak awal menyadari sepenuhnya pekerjaan yang akan dilakoni di sana.

Meskipun demikian, sang pembina lingkungan mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana jalur perekrutan prajurit asing tersebut pertama kali diakses oleh anak asuhnya.

Harapan besar disematkan agar kerasnya kedisiplinan militer di negeri orang mampu mengubah perangai sang pemuda agar tidak lagi hidup terluntang-lantung tanpa kejelasan masa depan.

Saya pengennya dia lebih baik jangan luntang-lantung, nganggur, tutur tokoh warga tersebut menyampaikan doa tulus bagi keselamatan sang perantau.

Komunikasi jarak jauh sempat terjalin melalui aplikasi perpesanan instan bahkan dilengkapi fitur panggilan video tatkala yang bersangkutan mengabarkan kondisinya yang terpantau aman.

Penugasan yang diterima diklaim tidak bersentuhan langsung dengan garis depan pertempuran melainkan ditempatkan pada area fasilitas logistik persenjataan militer.

Sempat kontakan, videocallan sama saya doang, sekarang belum bisa lagi, urai Sugeng menjelaskan terputusnya jalur komunikasi terkini.

Bilangnya bukan ditaruh di garis depan, tapi di pabrik bom, imbuhnya menirukan pengakuan sang pemuda terkait penempatan tugas hariannya.

Kontrak kerja sama militer tersebut disepakati untuk durasi masa penugasan selama satu tahun penuh tanpa kepastian apakah dapat diperpanjang atau dihentikan setelahnya.

Hingga laporan peristiwa ini diturunkan, belum ada kunjungan resmi dari instansi pemerintah terkait maupun perwakilan aparat penegak hukum yang mendatangi kediaman keluarga di kawasan Depok.

Belum ada yang ngabarin, soalnya kalau ada apa-apa pasti saya tahu, tandasnya memastikan belum adanya investigasi aparat ke lingkungan tempat tinggalnya.

Pasukan intelijen luar negeri negara sasaran konflik sebelumnya merilis data komprehensif yang menyebutkan adanya delapan warga Indonesia dalam lingkaran rekrutmen militer.

Pola perekrutan sistematis tersebut diklaim telah diuji coba di berbagai negara berkembang lainnya dengan iming-iming tawaran kompensasi finansial yang sangat menggiurkan.

Deretan nama warga negara kita yang tercatat mengantongi izin masuk resmi turut dibeberkan ke publik di luar nama-nama mantan aparat keamanan yang lebih dulu terdeteksi.

Seluruh rangkaian petualangan berbahaya tersebut kini sepenuhnya diserahkan kepada ketetapan takdir sambil menanti kepulangan sang pemuda dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun.

Urusan hidup mati di tangan Allah, pungkas sang ayah angkat menutup kisah kepergian anak didiknya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung