Repelita [Jakarta] - Kasus hukum yang menimpa Febrie Adriansyah kembali memantik sorotan tajam warganet di media sosial.
Publik menilai ada dugaan penanganan perkara yang sengaja dikaburkan oleh pihak penegak hukum pada 22 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
Isu ini mencuat usai akun Threads @viralbae17 mengungkap kecurigaannya terkait penanganan kasus pengadaan energi nasional.
"WASPADAI!!
Ada kasus yg menghilang dari ditersangkanya Febrie Adriansyah ini, yaitu kasus pengadaan batubara PLTU yg menyebabkan serangkaian pemadaman listrik. Padahal justru di kasus inilah korupsi brutal dengan cara2 preman terjadi yg melibatkan banyak nama2 penting!" tulis akun @viralbae17 mendesak pengusutan tuntas.
Sontak saja unggahan tersebut diserbu ribuan tayangan dan komentar penuh amarah dari warganet.
Akun @_whatisthatandth1s menyindir sindikat kriminal yang kerap menutupi identitasnya saat terjerat kasus.
"Akhirnya semua akan bercadar pada waktunya..." tulis akun @_whatisthatandth1s menyindir keras.
Sementara itu akun @onewanom meyakini ada kekuatan oligarki besar di balik bisnis tambang tersebut.
"Hahahaha...sulit klo masalah batu...tau aja kan udah jadi pejabat yg punya batu" tulis akun @onewanom pada kolom komentar.
Ketegangan publik kian terasa saat akun @mulyadiabdullah5 meluapkan kekesalannya atas fenomena kelam tersebut.
"Orang-orang inilah yg perlu dinepalkan" tanggap akun @mulyadiabdullah5 menanggapi situasi.
Nada kemarahan serupa dilontarkan oleh akun @maspay.maapay_1922 yang memandang kerusakan negara akibat ulah para koruptor.
"Negara hancur karena hama tikus berdasi" cetus akun @maspay.maapay_1922 menuntaskan deretan protes tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads