Repelita Jakarta - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan media sosial menampilkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak-anak di wilayah terdampak.
Perhatian tersebut disampaikan akun @weneverdodge melalui dua unggahan pada Minggu, 20 September 2026, yang menyoroti penderitaan warga serta dampak asap terhadap kesehatan.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan pertama, akun tersebut mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi seorang anak dan mempertanyakan besarnya dampak Karhutla terhadap masyarakat serta lingkungan.
“Kalian bisa denger suara menderita dari tubuh kecilnya itu? Kalian bisa bayangin betapa hancur dan tersiksanya hati orang tua yang ga punya pilihan untuk pergi dari sana? Kemenkes mencatat setidaknya 12.600 balita mengalami ispa, asma dan pneumonia di seluruh wilayah terdampak. Dan ini belum selesai!! Berapa besar kerusakan ekosistem hutan disana? Siapa yang mau bertanggung jawab??”
Unggahan tersebut juga menyoroti kemungkinan kerusakan ekosistem hutan akibat kebakaran yang disebut masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Beberapa jam kemudian, akun yang sama kembali menuliskan kritik dengan menyebut Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya dalam konteks penanganan berbagai persoalan yang menurutnya berdampak kepada masyarakat.
“Maaf agak kasar ya pak, bapak kan yang nyontohin kami. Dear bapak Prabowo Subiantolol dan rezimnya.. Mereka bilang orang bodoh itu berbahaya jika sedang berkuasa.. Dan ini baru sebagian kecil dari bahaya yang dimaksud. Belum korban2 keracunan MBG. Di NTT bahkan yang meninggal di pengungsian jauh lebih banyak dibanding yang ketimpa reruntuhan saat gempa. Ada lagi yang mau nambahin??”
Pernyataan mengenai korban keracunan MBG serta jumlah korban meninggal di pengungsian NTT tersebut merupakan klaim yang disampaikan oleh akun @weneverdodge dalam unggahannya.
Sementara itu, akun @restuiska turut memberikan tanggapan dengan menyebut seorang anak bernama Jack yang menurutnya ikut terdampak gangguan pernapasan akibat kondisi udara.
“Jack juga yg termasuk terdampak kena ISPA. Lagi senang2nya baru masuk sekolah hutan.”
Rangkaian unggahan dan komentar tersebut memperlihatkan kekhawatiran pengguna media sosial terhadap dampak Karhutla, khususnya terhadap kesehatan anak-anak dan kondisi lingkungan di wilayah terdampak.
Perbincangan itu juga berkembang menjadi kritik terhadap pemerintah serta pertanyaan mengenai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan yang disebut dalam unggahan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads