Berita, Peristiwa

[VIRAL] Jembatan Gantung Di Pangandaran Ambruk Saat Dilintasi Rombongan Pejabat Usai Acara Peresmian

Repelita.id

01 September 2026 00:17 WIB

[VIRAL] Jembatan Gantung Di Pangandaran Ambruk Saat Dilintasi Rombongan Pejabat Usai Acara Peresmian
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Insiden mengejutkan terjadi di kawasan Kabupaten Pangandaran ketika sebuah fasilitas penyeberangan penjalan kaki mendadak runtuh ketika dilewati oleh sekelompok tokoh penting pemerintahan daerah pada hari Minggu sore tanggal 30 Agustus 2026.

Momen dramatis tersebut sempat terekam dalam sebuah rekaman visual amatir yang kemudian menyebar luas di berbagai platform digital setelah kejadian ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tayangan video yang beredar, terlihat jelas sosok Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625 Pangandaran dan beberapa pejabat teras lainnya tengah berdiri di atas konstruksi jembatan sebelum akhirnya insiden kerusakan itu terjadi.

Detik-detik berikutnya memperlihatkan bagian struktur jembatan mengalami kegagalan fungsi hingga membuat sejumlah orang penting yang sedang berada di atasnya mendadak terjatuh ke bagian bawah.

Meskipun insiden tersebut tampak membahayakan keselamatan para pejabat dan warga yang hadir, pihak berwenang memastikan bahwa peristiwa runtuhnya jembatan gantung ini sama sekali tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Kepolisian Sektor Cijulang Inspektur Polisi Satu Dimas Aditama menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama aparat gabungan langsung bergerak cepat mengamankan situasi di sekitar tempat kejadian perkara sesaat setelah musibah itu berlangsung.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," ujar Dimas dalam keterangannya, Senin (31/8).

Lebih lanjut, Iptu Dimas Aditama menerangkan bahwa situasi di lapangan pasca-kejadian terpantau tetap terkendali, aman, serta kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti dari masyarakat sekitar.

Petugas kepolisian juga langsung mengambil tindakan preventif di lokasi guna melarang warga maupun pengguna jalan agar tidak nekat melintasi fasilitas penyeberangan yang mengalami kerusakan parah tersebut.

Insiden anjloknya jembatan tersebut dilaporkan terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.10 Waktu Indonesia Barat ketika rangkaian acara seremonial peresmian infrastruktur baru itu telah selesai diselenggarakan.

Peristiwa nahas itu terjadi tepat sesaat setelah seluruh prosesi seremoni peresmian rampung dan rombongan pejabat bersama warga mulai berjalan beriringan melintasi bangunan jembatan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Jembatan Gantung Pongpet selama ini dikenal sebagai salah satu jalur penghubung vital bagi mobilitas warga Desa Margacinta, termasuk sebagai akses utama menuju destinasi wisata Kampung Budaya Margacinta.

Infrastruktur penyeberangan gantung ini diketahui memiliki rentang panjang mencapai kurang lebih 60 meter dengan mengandalkan struktur penopang berupa tali baja serta alas lantai dari material papan kayu.

Pasca-insiden kerusakan konstruksi tersebut, aparat keamanan gabungan langsung memasang pembatas ketat dan menutup total jalur masuk menuju area jembatan guna mencegah potensi bahaya susulan bagi warga.

"Akses menuju jembatan kami amankan dan ditutup untuk sementara," ujar Dimas.

Langkah penutupan jalur penyeberangan ini akan terus diberlakukan secara ketat hingga kondisi fisik jembatan selesai diperiksa secara menyeluruh dan dipastikan aman oleh instansi berwenang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jembatan terlebih dahulu sampai dinyatakan aman," katanya.

Berkenaan dengan faktor pemicu ambruknya jembatan secara tiba-tiba, pihak kepolisian menyatakan masih harus menunggu hasil investigasi teknis mendalam dari tim ahli yang berkompeten di bidangnya.

Hihak kepolisian belum berani menyimpulkan secara gegabah apakah insiden tersebut dipicu oleh faktor kelebihan muatan akibat terlalu banyaknya orang yang melintas secara bersamaan di atas jembatan.

"Penyebabnya masih dalam pemeriksaan. Dugaan kelebihan beban karena banyak orang melintas secara bersamaan belum bisa kami pastikan," tutur Dimas.

Pemeriksaan secara teknis dan mendetail mutlak diperlukan guna mengungkap akar permasalahan yang menyebabkan kegagalan konstruksi pada fasilitas publik tersebut secara objektif dan ilmiah.

Hingga saat ini, personel aparat keamanan masih terus disiagakan di sekitar lokasi kejadian untuk menjaga kondusivitas wilayah selama proses investigasi dan pemeriksaan teknis berlangsung.

"Untuk penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan dari pihak terkait," ucapnya.

Selain itu, terdapat salah satu tanggapan dari netizen bernama Muhammad Riza Diponegoro yang menuliskan komentar: Mau ketawa takut dosa.... (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung