Repelita Sukoharjo - Gundukan tanah yang sempat viral karena disebut sebagai aksi penutupan akses warung mie babi di Sukoharjo ternyata bukan bentuk protes warga.
Ketua RW 10 Dukuh Sudimoro, Bandowi, menjelaskan bahwa gundukan tersebut adalah bagian dari program peninggian jalan yang sudah direncanakan sejak tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Program tersebut sempat tertunda karena keterbatasan anggaran di tingkat RT.
“Programnya sudah tahun lalu sebetulnya, cuma karena keuangan tingkat RT terbatas, dari jimpitan sedikit akhirnya dibuat urug. Kami pesan truk dump, tapi datangnya pagi dan warga tidak tahu,” ujarnya pada Senin (20/4/2026).
Material tanah datang lebih awal dari jadwal sehingga gundukan terlanjur menumpuk sebelum sempat diratakan.
Warga sebelumnya berencana meratakan tanah pada sore hari setelah pulang kerja.
“Kita rencananya jam 4 sore mau diratakan, tapi ternyata sudah tersebar narasi kalau itu penutupan akses,” jelasnya.
Bandowi menegaskan bahwa kondisi serupa pernah terjadi sebelum warung non halal berdiri.
“Dulu sebelum warung non halal itu ada, akses juga pernah tertutup karena gundukan pasir. Memang jalannya mau ditinggikan, karena itu akses umum warga ke sawah,” tambahnya.
Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok